Selasa Bersepeda di Kudus
Bupati Kudus Samani Intakoris, bersepeda saat berangkat kerja.(Dok. Dinkominfo Kudus)

Respon Netizen Program Selasa Bersepeda di Kudus untuk Hemat BBM

KUDUS[BahteraJateng] – Bupati Kudus Samani Intakoris mendorong dan mengajak warga khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan program Selasa bersepeda di Kudus saat berangkat kerja.

Ajakan ini demi mendukung anjuran presiden Prabowo Subianto untuk penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), di tengah gejolak energi global imbas konflik antara AS-Israel dengan Iran.


Bupati Samani pun mengunggah video di akun media sosial resmi Pemkab Kudus saat dirinya berangkat bekerja dari kediaman pribadinya menuju pendopo kabupaten dengan mengendarai sepeda, Selasa (31/3).

Unggahan itu menuai beragam komentar dari netizen. “Sepedane anyar dan tidak murah…masak aktivitas kerja juga mengayuh sepeda…misal rumahnya jekulo terus kerjanya di kaliwungu, pulang panas jam 3 apa pake sepeda pak,” ujar akun Rokhmat Bedjo Widodo.

Sejumlah akun lainnya juga menyatakan takut dipecat jika terlambat sampai tempat kerja gegara naik sepeda.

“Lha bapak kerja pake sepeda kita rakyat pake sepeda telat dikit pecat pak dari kerjaan makan batu kita nanti kalau rumah nya jauh dari kerjaan belum lagi yang lewat jalan besar ada truk-truk besar belum lagi nyebrang jalan yang gak ada bangjo semisal jalan rame telat masuk kerja 3 kali SP keluar deh,” tulis akun Zaenal Al’vaero.

Bupati Samani menyatakan selain bersepeda, ASN juga diimbau untuk berjalan kaki atau memanfaatkan angkutan umum apabila jarak tempat tinggal memungkinkan.

“Salah satu langkah yang didorong untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) maupun budaya hidup hemat, yakni penggunaan moda transportasi yang lebih efisien oleh ASN saat berangkat ke kantor,” jelasnya kepada media usai menghadiri Rapat Akhir Tahunan (RAT) Koperasi Muria Kudus Sejahtera di Lantai IV Gedung Setda Kudus pada Selasa (31/3)

Selain dapat mengurangi konsumsi BBM, alternatif transportasi harian tersebut dikatakan Samani juga bisa menekan biaya transportasi pribadi, serta mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Pemkab menurutnya menargetkan penghematan hingga 22,5 persen, terutama dari sektor perjalanan dinas, konsumsi BBM, serta penggunaan energi lainnya di lingkungan kantor.

“Adanya gerakan ini target kami mampu mengefisiensi 22,5 persen penggunaan energi,” tandasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *