Ribuan penari menampilkan Tari Kretek di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (22/2).(Dok Humas)

Tari Kretek Kudus Pecahkan Rekor MURI dengan 1.405 Penari

KUDUS[BahteraJateng] – Meski diguyur gerimis, semangat 1.405 siswa SD, SMP, SMA, komunitas sanggar tari, dan elemen masyarakat se-Kabupaten Kudus tetap tinggi dalam menampilkan Tari Kretek di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (22/2).

Kegiatan ini sukses mencetak sejarah dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penampilan Tari Kretek dengan jumlah penari terbanyak.


Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, mengapresiasi pencapaian ini yang merupakan bagian dari Festival Dandangan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya mencetak sejarah baru bagi Kudus, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya yang efektif.


“Luar biasa, ribuan anak muda menarikan Tari Kretek dan berhasil mencetak rekor MURI. Ini bukti nyata semangat pelestarian budaya di Kudus,” tuturnya.

Bellinda juga menekankan bahwa pencapaian ini dapat berdampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Tari Kretek menunjukkan kekayaan budaya Kudus. Jika terus dikembangkan, bisa menjadi daya tarik wisata dan mendukung perekonomian lokal,” tambahnya.

Tari Kretek sendiri merupakan tarian khas Kudus yang terinspirasi dari proses pembuatan rokok kretek, salah satu ikon industri daerah tersebut. Dengan pemecahan rekor ini, diharapkan Tari Kretek semakin dikenal luas dan terus dilestarikan oleh generasi muda.

Salah satu peserta, Nasywa Asyfa Oktavia, siswa kelas VII SMP 2 Jekulo, mengungkapkan kebanggaannya bisa terlibat dalam pencapaian ini.

“Bangga dan senang bisa ikut menjadi bagian pemecahan rekor MURI penari Tari Kretek terbanyak. Ini juga sebagai upaya melestarikan budaya,” ujarnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *