| |

Tokoh Lintas Agama se-Jateng Serukan Pemilukada Damai, Jujur dan Adil

SEMARANG[BahteraJateng] – Para tokoh lintas agama se-Jawa Tengah menyampaikan seruan kepada masyarakat agar mewujudkan Pemilukada yang aman, damai, jujur, adil dan bermartabat menjelang dilaksanakannya pesta demokrasi November mendatang.

Seruan itu dikemas dalam pernyataan sikap pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah bersama FKUB Kabupaten/Kota se-Jateng disela mengikuti agenda Rapat Koordinasi Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Jawa Tengah di Hotel Griya Persada Bandungan Kabupaten Semarang, Senin – Selasa (23-24/9).


Ketua FKUB Jateng, Prof Dr KH Imam Yahya, M.Ag., mengatakan para pemuka agama yang tergabung FKUB berharap agar para tokoh agama berpartisipasi dan berperan aktif dalam mewujudkan pemilukada berlangsung dengan aman, damai, jujur, adil dan bermartabat.

“Pesan memilih kepala daerah pasangan gubernur bersama wakilnya dan bupati/walikota bersama wakilnya dengan aman, damai, jujur, adil dan bermartabat itu tertuang dalam salah satu poin dari lima poin pernyataan sikap pengurus FKUB Jateng bersama FKUB Kabupaten/Kota se-Jateng,” kata ketua FKUB Jateng, Prof Dr KH Imam Yahya, M.Ag., di Bandungan Kabupaten Semarang, Senin (23/9).


Menurutnya, pesan pesta demokrasi aman, damai, jujur dan adil yang digulirkan para pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu merupakan salah satu bentuk ikhtiyar dan partisipasi dalam membimbing dan mengarahkan umat beragama agar mengikuti proses demokrasi dengan baik.

Dengan demikian, lanjutnya pemilukada serentak di Jateng dapat berlangsung dengan lancar dan sukses baik dari sisi proses maupun hasil,sehingga paska pemilukada dapat kembali bersama-sama membangun bangsa.

Dia menambahkan, empat poin pesan lainnya meliputi penegasan sikap dan tekad mewujudkan kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selanjutnya, menguatkan komitmen kebangsaan para tokoh agama dan umat untuk bersama-sama melaksanakan etika kehidupan keagamaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dan mengajak seluruh peserta Pemilu dan pendukung agar tidak menggunakan politisasi agama, yakni menggunakan agama sebagai alat politik dan politik uang.

Sedang poin terakhir berupa himbauan kepada seluruh tokoh-tokoh agama di Jawa Tengah agar membantu aparat keamanan untuk melakukan upaya persuasif kepada anak-anak kita yang terlibat kelompok-kelompok gentre, agar kembali menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.

Sekretaris FKUB Jateng KH Dr Multazam Ahmad, MA mengatakan lima poin pernyataan sikap ini selanjutnya akan disosialisasikan oleh para agamawan kepada umat beragama yang dibimbingnya.

“Melalui sentuhan semangat keagamaan diharapkan warga masyarakat dapat memanfaatkan pesta demokrasi ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *