LPTK UIN Walisongo Semarang menggelar Tasyakuran Pengukuhan PPG
LPTK UIN Walisongo Semarang menggelar Tasyakuran Pengukuhan PPG Transformasi Dalam Jabatan PAI dan Madrasah Tahap 2 Tahun 2025 di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Minggu (1/2).(Dok. Humas UIN Walisongo)

UIN Walisongo Kukuhkan 2.667 Guru Profesional

SEMARANG[BahteraJateng] – Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Walisongo Semarang menggelar Tasyakuran Pengukuhan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Transformasi Dalam Jabatan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Madrasah Tahap 2 Tahun 2025 di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Minggu (1/2).

Sebanyak 2.667 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai guru profesional. Dari jumlah tersebut, 810 mahasiswa mengikuti prosesi secara langsung, sementara lainnya mengikuti secara daring.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan Ikrar Guru Profesional yang dipimpin oleh Muhammad Faiq Abrar dari SD Negeri Peterongan Semarang.

Mewakili para lulusan, Indrawati dari SD Negeri Rejosari 1 Semarang menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti PPG. Ia mengungkapkan bahwa program tersebut menuntut guru untuk adaptif terhadap teknologi pembelajaran digital, termasuk penggunaan Learning Management System (LMS).

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang, Prof. Fatah Syukur, dalam orasi ilmiahnya menegaskan bahwa status guru profesional merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, integritas, dan kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi serta media sosial dalam pembelajaran.

“Sertifikasi guru bukan semata soal peningkatan kesejahteraan, tetapi menjadi komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

UIN Walisongo Semarang terus berkomitmen mencetak guru profesional yang adaptif dan berintegritas untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *