Lokakarya Imsakiyah 1447 H UIN Walisongo
Lokakarya Imsakiyah 1447 H penentuan awal Ramadan di Ruang Observatorium dan Planetarium Kampus III UIN Walisongo Semarang, Selasa (27/1).(Dok. UIN Walisongo)
|

Lokakarya Imsakiyah UIN Walisongo, Awal Ramadan 1447 H Diprediksi Jatuh 19 Februari 2026

SEMARANG[BahteraJateng] – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

Prediksi tersebut disampaikan dalam Lokakarya Imsakiyah 1447 H yang digelar di Ruang Observatorium dan Planetarium Kampus III UIN Walisongo Semarang pada Selasa (27/1).

Lokakarya dibuka oleh Rektor UIN Walisongo Prof. Nizar, dan diikuti sejumlah pakar falak nasional maupun daerah.

Hadir sebagai narasumber Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Prof. Ahmad Izzuddin, yang juga Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI), KH. Slamet Hambali, selaku Ahli Falak dan Pengurus Lajnah Falakiyah PBNU, Ahmad Syifaul Anam, Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, serta M. Basthoni, M.H. Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah.

Prof. Ahmad Izzuddin menjelaskan bahwa jadwal imsakiyah bukan sekadar penanda waktu, melainkan panduan ibadah yang berdampak langsung pada sah atau tidaknya pelaksanaan puasa.

Oleh karena itu, penyusunan jadwal imsakiyah harus berbasis kaidah ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Menurutnya, lokakarya ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi dan kalibrasi terhadap jadwal shalat dan imsakiyah yang telah beredar di masyarakat.

“Perbedaan waktu azan, tidak selalu disebabkan perbedaan metode hisab, tetapi juga karena ketidaktepatan kalibrasi alat penunjuk waktu,” katanya.

Terkait penetapan awal Ramadan, Ahmad Izzuddin menyampaikan bahwa ijtimak terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, sekitar pukul 19.02 WIB.

Berdasarkan perhitungan hisab dan kriteria visibilitas hilal MABIMS, posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Dengan demikian, awal Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026.

Sementara itu, menjelang penetapan 1 Syawal 1447 H, ijtimak diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pagi.

“Karena posisi hilal juga belum memenuhi kriteria MABIMS, bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari sehingga Idulfitri diprediksi jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026,” jelasnya.

Seluruh hasil hisab dan rukyat tersebut akan menjadi bahan musyawarah dalam Sidang Isbat Kementerian Agama RI.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *