Capaian FISIP UIN Walisongo Tahun 2025, Penguatan Riset Hingga Internasionalisasi
SEMARANG[BahteraJateng] – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang menutup tahun 2025 dengan sejumlah capaian strategis di bidang riset, internasionalisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Capaian tersebut menegaskan peran FISIP sebagai fakultas ilmu sosial yang berwawasan global dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Dekan FISIP UIN Walisongo, Prof. Imam Yahya, menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi fase penting dalam penguatan akademik dan jejaring internasional fakultas.
“Berbagai capaian ini merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dalam mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi yang berdampak,” ujarnya pada Rabu (31/12).
Sepanjang 2025, FISIP memperkuat ekosistem riset melalui berbagai penelitian nasional dan internasional. Salah satu capaian penting adalah diperolehnya hibah penelitian Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds (MoRA AIRFUNDS) oleh dosen Program Studi Sosiologi.
Penelitian yang diketuai Prof. Misbah Zulfa Elizabeth, mengembangkan model pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata halal berbasis kebijakan daerah di Nusa Tenggara Barat dan dirancang sebagai riset multitahun hingga 2027.
Selain itu, FISIP juga melaksanakan penelitian kolaboratif internasional bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang menyoroti politik pengelolaan sampah dan partisipasi masyarakat di Indonesia dan Malaysia.
Pada tahun yang sama, dosen FISIP turut menerbitkan buku ilmiah sebagai kontribusi penguatan literasi akademik.
Dalam bidang internasionalisasi, FISIP menyelenggarakan The 3rd Online International Conference on Democracy and Social Transformation (ICON-DEMOST 3) yang menghadirkan akademisi internasional dari Amerika Serikat, Australia, dan Jerman.
Internasionalisasi pembelajaran juga diperkuat melalui kehadiran dosen tamu dari berbagai perguruan tinggi luar negeri.
FISIP UIN Walisongo juga aktif mengembangkan kerja sama internasional, antara lain dengan Kangwon National University, Korea Selatan, serta International Society of Waste Management, Air and Water (ISWMAW) yang berafiliasi dengan Jadavpur University, India.
“FISIP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan riset kolaboratif, pembelajaran global, serta pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi bangsa dan peradaban,” tandas Prof. Imam.

