Walisongo PRC UIN Walisongo Raih Juara 1 Nasional Commfest 2026
SEMARANG[BahteraJateng] — Tim Walisongo PRC dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang meraih Juara 1 tingkat nasional dalam Communication Scenario Competition pada ajang Communication Festival (Commfest) 2026.
Kompetisi yang digelar HMPS Ilmu Komunikasi Soegijapranata Catholic University tersebut diumumkan pada 18 September 2026 di Soegijapranata Catholic University.
Walisongo PRC beranggotakan Ahmad Abiyyah Izdihar sebagai ketua tim, Berliana Ramadhani, dan Galih Putri Milan Nesty. Mereka berhasil lolos sebagai salah satu dari lima finalis bersama tim dari Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Communication Scenario Competition mengangkat tema “Freedom of Speech and Expression in Human Rights Action”. Rangkaian kompetisi berlangsung sejak Maret hingga September 2026, mulai dari pendaftaran, pengumpulan esai, seleksi finalis, penyusunan proposal, presentasi hingga babak final.
Dalam kompetisi tersebut, Walisongo PRC mengusung kampanye komunikasi bertajuk “Ruang Peduli — Ciptakan Ruang Aman, Mulai dari Peduli”. Kampanye ini berfokus pada upaya preventif terhadap kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, khususnya menyasar siswa SMA/sederajat di Kota Semarang.
Konsep kampanye menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga nilai utama, yakni PEKA (Peka), DUKUNG (Dukung), dan LINDUNGI (Lindungi).
Salah satu program yang dirancang adalah 100 Agen Peduli, dengan melibatkan 20 sekolah dan masing-masing lima siswa. Tim juga merancang PEDULI Card sebagai akses informasi dan bantuan, Peduli Voice sebagai ruang penyampaian suara siswa, serta Peduli Space untuk aktivasi kampanye.
Ahmad mengatakan kemenangan tersebut menjadi bukti proses, kerja keras, dan kekompakan tim selama mengikuti kompetisi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga menjadi bukti dari proses, kerja keras, dan kekompakan tim,” ujar Ahmad.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan diri sekaligus membawa nama baik Program Studi KPI UIN Walisongo Semarang.
Rancangan Ruang Peduli tersebut merupakan konsep kampanye yang dikembangkan untuk kebutuhan kompetisi dan belum menjadi program yang telah dilaksanakan. Namun, tim telah memasukkan aspek keberlanjutan, seperti edukasi berkala, evaluasi tiga bulanan, serta pemeliharaan koneksi dengan peserta.


