Yoyok Sukawi Dapat Teguran Keras dari Komdis PSSI ?

JAKARTA[BahteraJateng] – CEO PSIS Semarang, A.S Sukawijaya atau akrab disapa Yoyok Sukawi mendapat teguran keras dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Teguran ini karena ia tidak terdaftar dalam daftar susunan ofisial tetapi berada di bangku cadangan saat laga melawan PSM Makassar (16/2).


Sanksi tersebut hasil dari sidang Komdis PSSI  pada 20 Februari 2025 untuk membahas berbagai pelanggaran yang terjadi di BRI Liga 1 dan Pegadaian Liga 2.

Selain Yoyok Sukawi, sejumlah pemain, ofisial, dan klub menerima sanksi akibat tindakan yang melanggar peraturan pertandingan.


Dalam BRI Liga 1, Melcior Leideker Majefat (Semen Padang) dilarang bermain tambahan dua pertandingan dan didenda Rp10 juta akibat mencekik lawan saat menghadapi Persita Tangerang (14/2/2025).

Ada juga Ramiro Ezequiel Fergonzi (Persik Kediri) mendapat larangan empat pertandingan dan denda Rp10 juta karena menyikut lawan tanpa perebutan bola dalam laga kontra Persis Solo. Ricki Kambuaya (Dewa United) juga dilarang bermain dua pertandingan dan didenda Rp10 juta karena menyikut lawan saat bertanding melawan Madura United (15/2/2025).

Kemudian Diego Robbie Michiels (Borneo FC Samarinda) menerima sanksi serupa setelah bertindak kasar dalam laga melawan Barito Putera (16/2/2025).

Selain pemain, panitia pelaksana Persija Jakarta dihukum denda Rp220 juta dan larangan menggelar laga dengan penonton selama empat pertandingan akibat insiden flare, pelemparan botol, serta gangguan di hotel Persib Bandung (16/2/2025).

Sementara itu, Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung) dihukum larangan bermain tiga pertandingan dan denda Rp75 juta karena selebrasi berlebihan yang memancing reaksi penonton.

Di Pegadaian Liga 2, PSIM Yogyakarta didenda Rp25 juta akibat flare yang dinyalakan suporternya saat menghadapi PSPS Pekanbaru (17/2/2025). Persiraja Aceh mendapat teguran keras karena penonton memasang spanduk provokatif saat melawan Deltras FC.

Persipal FC dan Persipura Jayapura masing-masing didenda Rp25 juta karena pemain mereka menerima banyak kartu kuning.

Dengan keputusan ini, PSSI menegaskan komitmennya dalam menegakkan disiplin dan menjaga fair play dalam kompetisi sepak bola Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *