Tumbuhkan Kesadaran Sejak Dini Mengelola Limbah Organik
SEMARANG [BahteraJateng]- Kebun Qita dan Teman Berkebun mendukung program pengelolaan limbah organik berkelanjutan untuk anak-anak.
Pemilik Kebun Qita, Arina Molitha mengatakan, sampah menjadi salah satu permasalahan lingkungan. “Masih banyak masyarakat belum menyadari pentingnya pengelolaan limbah organik,” ujar dia, di sela-sela kegiatan, belum lama ini.
Dalam program Libur Telah Tiba, anak-anak diberi pemahaman untuk memahami pentingnya pengolahan limbah organik menjadi kompos bermanfaat bagi lingkungan. Pengenalan sejak dini diharapkan menumbuhkan kesadaran mengurangi jumlah sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).
Kegiatan tersebut mengajarkan komposting terdapat dua metode yaitu metode aerob dan anaerob.
“Metode aerob memanfaatkan mikroorganisme membutuhkan oksigen untuk mempercepat proses penguraian bahan organik, sedangkan metode anaerob dilakukan dalam kondisi tanpa oksigen,” kata dia.
Namun begitu, kata dia, dalam kelas composting kali ini anak-anak membuat dengan metode aerob. Bahan-bahan diperlukan juga sederhana yaitu menggunakan sisa sayuran, kulit bawang putih, daun kering, media tanam, air, PGPR, dan tong sebagai wadah kompos.
Anak-anak memotong sayuran menjadi bentuk ebih kecil, lalu diberi tumpukan daun kering kulit bawang dan media tanam dicampur secara merata. Setelah itu membuat larutan berisi lima tutup PGPR dapat membantu mempercepat proses pengomposan ditambah 10 gayung air. Lalu, diaduk rata untuk dicampurkan pada sisa sayur, daun kering, kulit bawang, dan media tanam. Semua bahan dimasukkan ke dalam tong dan ditutup, bisa dibuka setiap tiga hari sekali dan diaduk.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang composting, tetapi juga mengembangkan kesadaran lingkungan dan kemampuan bekerjasama dalam kelompok,” kata dia.
Selain itu, kompos dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk sehingga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
“Kegiatan kelas composting ini membantu anak-anak memahami pentingnya pengelolaan sampah baik dan langkah sederhana dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” tegas dia.

