Tokoh Muda Aceh Lukmanul Hakim, Dukung Aceh jadi Destinasi Wisata Halal Asia Tenggara
BANDA ACEH[BahteraJateng] — Anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi Aceh dalam mengembangkan sektor pariwisata, khususnya wisata halal dan religius.
Lukmanul Hakim yang merupakan putra asli Aceh tersebut menilai, potensi Aceh dalam kedua sektor tersebut sangat besar dan belum digarap secara optimal.

“Potensi wisata religius di Aceh sangat luar biasa, mulai dari masjid bersejarah, makam ulama besar, hingga situs dakwah Islam. Ini belum digarap secara maksimal. Begitu juga dengan wisata halal yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh sehari-hari,” ujar Lukmanul Hakim yang merupakan salahsatu tokoh muda Aceh tersebut pada Rabu (9/4).
Sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan Syariat Islam dan dikenal sebagai “Serambi Mekkah”, Aceh dinilai memiliki keunggulan yang khas untuk menjadi destinasi unggulan wisata halal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lukman menekankan, pengembangan sektor wisata ini tidak hanya akan memperkuat identitas budaya dan religius Aceh, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Menurutnya, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan infrastruktur yang memadai, promosi digital yang efektif, serta pelatihan SDM pariwisata berbasis nilai-nilai syariah.
“Aceh berpeluang besar menjadi pusat wisata halal di Asia Tenggara jika dikelola dengan pendekatan yang tepat dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Aceh agar menciptakan regulasi yang mendukung kemudahan investasi di sektor pariwisata, tanpa mengabaikan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan utama Aceh.
“Sebagai wakil rakyat, saya akan terus berupaya membangun jembatan konektivitas, baik melalui kerja sama antarpemerintah (government to government) maupun hubungan antar masyarakat (people to people contact), khususnya antara Aceh dan Jakarta, serta secara nasional dan internasional,” ungkap Lukmanul Hakim.
Ia berharap, dengan visi pengembangan pariwisata yang terarah dan sesuai dengan karakteristik Aceh, para wisatawan domestik maupun mancanegara dapat merasakan pengalaman spiritual dan budaya yang autentik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah secara berkelanjutan.(sun)

