Pemprov Jateng Jadi Pilot Project Integrasi Data Nasional, Teken MoU dengan BPS
SEMARANG[BahteraJateng] — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia untuk mendukung pengembangan program Satu Data Indonesia.
Nota kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Gedung Gardhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Jumat (4/7).

Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi pilot project integrasi data nasional, yang akan berfokus pada penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data serta informasi statistik untuk mendukung pembangunan daerah.
“Data yang akurat dan aktual menjadi dasar dalam menyusun kebijakan publik. Ini penting untuk merancang pembangunan dan memahami perkembangan wilayah,” ujar Gubernur Luthfi.
Kerja sama ini akan menitikberatkan pada tiga sektor utama, yakni investasi, industri manufaktur, dan pertanian. Luthfi menyebutkan, kolaborasi ini tidak hanya antara Pemprov Jateng dan BPS, tetapi juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota, akademisi, dan pelaku usaha.
Selain mendukung kebijakan daerah, data yang dikumpulkan juga akan menjadi acuan nasional. Menurut Luthfi, kerja sama ini selaras dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri yang akan mengembangkan pengelolaan data ekonomi wilayah secara nasional.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan apresiasinya atas komitmen Pemprov Jateng.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, dengan kontribusi sekitar 9 persen terhadap PDB nasional. Di dalamnya, sepertiga ekonomi Jawa Tengah ditopang oleh sektor industri manufaktur, sementara 14 persen berasal dari sektor pertanian.
Amalia menambahkan, kerja sama ini akan menjadi landasan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang akan mencakup seluruh aktivitas ekonomi nasional secara menyeluruh.
“Kalau data bagus, kebijakannya juga akan tepat. Kami harap ini bisa jadi percontohan nasional,” kata Amalia.(sun)

