Unwahas Gelar Kuliah Umum Bersama Menteri ATR/BPN, Bahas Optimalisasi Tanah untuk Ketahanan Pangan
SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Nusron Wahid pada Sabtu (2/5) di Ruang Theater Lantai 3 Fakultas Kedokteran.
Kegiatan bertema “Optimalisasi Pemanfaatan Tanah Telantar dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan” ini diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Hadir pula Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang Noor Achmad, jajaran pimpinan universitas, dekan, serta pimpinan lembaga di lingkungan Unwahas.
Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto dalam sambutannya menegaskan pentingnya kuliah umum sebagai sarana memperkuat wawasan mahasiswa terhadap isu strategis nasional, khususnya di bidang agraria dan tata ruang.
“Kehadiran Bapak Menteri merupakan kehormatan bagi kami. Forum ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan kritis dan inovatif dalam menjawab tantangan agraria,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan pertanahan kini tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menyangkut keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta arah pembangunan nasional.
Sementara itu, Nusron Wahid menekankan bahwa tanah memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan sekaligus faktor utama dalam ketahanan pangan nasional.
“Tanah adalah sumber kehidupan dan sumber pangan. Pengelolaannya harus dilakukan secara berkeadilan dan berkelanjutan agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan tanah telantar sebagai solusi strategis dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain itu, mahasiswa didorong untuk berperan aktif melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan ilmu kepada masyarakat melalui pengabdian,” imbuhnya.
Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias peserta. Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan agraria yang berkelanjutan.

