Lawang Sewu
Lawang Sewu Semarang.(Foto Ist)
|

KAI Wisata Hadirkan Pengalaman Lengkap dan Interaktif di Lawang Sewu Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) terus berinovasi dalam mengelola destinasi heritage Indonesia, salah satunya Lawang Sewu.

Destinasi ikonik di Kota Semarang ini kini menawarkan fasilitas modern, layanan edukatif, hingga wahana hiburan berbasis teknologi, tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.


“Lawang Sewu tidak hanya menjadi ikon sejarah Semarang, tetapi juga wajah pariwisata berbasis edukasi dan digital experience yang kami kembangkan secara berkelanjutan,” ujar Direktur Operasi KAI Wisata, Eko Januardi pada Kamis (14/8)

Gedung Lawang Sewu dibangun pada 1904 oleh perusahaan kereta api Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dan dahulu menjadi kantor pusat perkeretaapian di Hindia Belanda.

Arsitekturnya bergaya Eropa, dengan nama “Lawang Sewu” yang berarti “seribu pintu” merujuk pada banyaknya daun pintu di bangunan tersebut.

Harga tiket masuk Lawang Sewu dibanderol Rp20.000 untuk dewasa/mahasiswa, Rp10.000 untuk anak/pelajar, dan Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara (wisman).

Paket tiket masuk + wahana immersive tersedia dengan harga Rp30.000 untuk dewasa/mahasiswa, Rp20.000 untuk anak/pelajar, dan Rp40.000 untuk wisman.

Wahana wisata yang ditawarkan meliputi Night Tour (Rp750.000/10 orang), Midnight Tour (Rp1 juta/10 orang), Kelderverkenning atau eksplorasi bawah tanah (Rp35.000), Cho Cho Train (Rp25.000), De Javu (Rp50.000), Video 360 (Rp25.000), Privetoegang atau tur eksklusif Gedung A (Rp50.000), VR Experience (Rp25.000), Photobox (Rp32.000), serta foto bersama burung hantu (Rp30.000 dewasa, Rp20.000 anak).

Pengunjung juga bisa menikmati layanan tambahan seperti sewa kostum tematik (Rp100.000), motor mini listrik untuk anak (Rp35.000/15 menit), serta area bermain pasir dan mewarnai (Rp25.000).

Fasilitas pendukung di Lawang Sewu kini semakin lengkap, mulai dari smart electronic locker, toko merchandise, pusat kuliner UMKM, kantin, area bermain anak, hingga ruang terbuka publik untuk bersantai atau berfoto.

“Kami ingin Lawang Sewu menjadi ruang publik yang hidup, ramah keluarga, dan mendukung ekonomi lokal lewat kolaborasi dengan UMKM,” imbuhnya.

Dengan kombinasi nilai sejarah dan teknologi digital interaktif, KAI Wisata menargetkan Lawang Sewu menjadi destinasi edukatif yang berkesan.

“Lawang Sewu bukan hanya warisan sejarah, tapi juga tempat untuk menciptakan kenangan baru bersama keluarga dan sahabat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *