Jelang Nataru, Gubernur Luthfi Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Karangayu
SEMARANG[BahteraJateng] – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik. Untuk memastikan kondisi di lapangan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Pasar Karangayu, Kota Semarang pada Senin (8/12) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyusuri lorong-lorong pasar yang dipadati pembeli dan pedagang. Ia berdialog langsung dengan para penjual yang mengeluhkan naiknya harga beberapa komoditas sejak beberapa hari terakhir.
Dari pengecekan itu diketahui bahwa cabai dan bawang merah mengalami kenaikan paling tajam dan posisinya berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Harga cabai rawit merah di pasaran tercatat Rp 73.333/kg, jauh di atas HAP yang sebesar Rp 57.000. Cabai merah keriting naik menjadi Rp 58.000/kg, sementara HAP Rp 55.000. Bawang merah juga meningkat menjadi Rp 48.000/kg, melampaui HAP Rp 41.500.
Selain itu, beras medium dijual Rp 13.667/kg, sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.500. Tepung terigu pun berada di atas rata-rata provinsi, yakni Rp 11.833/kg.
Meski demikian, sejumlah komoditas masih stabil, seperti daging sapi, ayam ras, telur, dan bawang putih.
Susianti, pedagang bahan pokok, mengatakan kenaikan harga terasa sejak beberapa hari terakhir.
“Bawang merah biasanya Rp 47 ribu sempat naik sampai Rp 65 ribu. Bawang putih juga naik dari Rp 35 ribu jadi Rp 50 ribu,” ujarnya.
Ia menduga penyebabnya adalah distribusi yang tersendat menjelang Nataru. Pedagang lain, Andri, juga menyebut cabai rawit setan kini Rp 80.000/kg, meningkat dari harga normal Rp 60.000.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah stabilisasi untuk menahan gejolak harga.
“Memang ada lonjakan, terutama cabai dan bawang merah. Menjelang Natal dan Tahun Baru kita akan melakukan penetrasi harga agar tetap terjangkau,” katanya. Ia juga memastikan stok beras dari Bulog aman hingga delapan bulan ke depan.
Sebagai antisipasi, Pemprov Jateng menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat mendapatkan komoditas dengan harga lebih rendah. (sun)

