Sedekah Rombongan Rembang Berbagi Baju Lebaran untuk Pasien Dhuafa
REMBANG[BahteraJateng] – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Gerakan Sedekah Rombongan Rembang melaksanakan kegiatan berbagi baju lebaran untuk 15 pasien dhuafa usia dibawah 12 tahun yang diselenggarakan di Pasar Rembang pada Sabtu (14/3).
Koordinator Sedekah Rombongan Area Jateng dan DIY, Achmad Rif’an, mengungkapkan alur pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Rembang menjemput para pasien yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Rembang, lalu membawanya menuju Pasar Rembang,” ungkap Rif’an.
Rif’an juga mengungkapkan bahwa dengan cara seperti ini, pasien anak-anak dengan sakit jantung bocor, ventricular septa defect, myotonic disorders, tumor intra abdomen, kelainan tulang dan lain-lain, dapat memilih langsung pakaian yang mereka hendaki.
Lebih lanjut Rif’an menyampaikan bahwa kegiatan ini juga untuk membantu para pedagang kecil di pasar rakyat yang saat ini cenderung lebih sepi dibandingkan sebelum masa pandemi COVID19.
“Apalagi saat ini era digitalisasi, konsumen dengan mudah memperoleh barang kesukaannya melalui aplikasi online,” lanjut Rif’an.
Rif’an yang mengikuti langsung kegiatan tersebut, ikut merasakan kebahagiaan karena menyaksikan anak-anak tersenyum.
“Kami menghaturkan terima kasih kepada para donatur atau sedekaholics yang memberikan sebagian rejekinya bagi para dhuafa yang membutuhkan. Semoga termasuk dalam golongan kaum mukhlisin. Terima kasih pula untuk para kurir Sedekah Rombongan Rembang yang istiqamah mendampingi para pejuang kesembuhan”, ujarnya.
Korwil Rembang Blora, Bahtiar Winarno, memaparkan bahwa pasien anak-anak yang usianya di bawah 12 tahun, sebagai besar merupakan pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan Rembang.
“Ada yang dari Rumah Singgah Graha Atma Asvanda, bayi usia 1 dan 2 tahun anak dari penderita ODGJ dan 1 anak dari Kabupaten Blora,” ungkap Bahtiar.
Salahsatu Kurir asal Desa Seren yang baru bergabung dengan Sedekah Rombongan, Atika Dwi Kurniawati, merasa terkesan dengan kegiatan ini.
“Mendampingi anak-anak dhuafa yang sedang diuji dengan sakit ini, membuat saya trenyuh. Menganggapnya seperti anak sendiri. Mengingatkan diri untuk selalu bersyukur ketika Allah memberikan kesehatan lahir dan batin kepada seluruh anggota keluarga,” ungkap Atika.
Driver MTSR, Muhammad Nguzer berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan istiqamah setiap Ramadhan, termasuk bantuan sembako dengan belasan item bagi seluruh pasien dhuafa dampingan karena sangat membantu.
Salahsatu orang tua pasien asal Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Hamadillah berharap agar Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan perhatian kepada Gerakan Sedekah Rombongan terutama terkait bantuan operasional MTSR yang sangat meringankan pasien dhuafa.
“Selama ini biaya transportasi baik BBM dan driver gratis. Termasuk Rumah Singgah di Semarang dan Solo,” pungkasnya.(day)

