Sedekah Rombongan Area Jateng DIY Gelar Rakorda 2026
REMBANG[BahteraJateng] – Gerakan Sedekah Rombongan merupakan salahsatu filantropi di Indonesia yang fokus pada pendampingan pasien dhuafa secara gratis diluar tanggungan BPJS.
Berpusat di Yogyakarta dan sudah berdiri di 17 Provinsi, Gerakan Sedekah Rombongan Area Jateng DIY melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Joglo Kumpul Kumpul Mijen pada Minggu (18/1).
Hadir dalam Rakorda, Plt Koordinator Nasional, Sutomo dari Surabaya, Wakil Kornas, Machrus Yusela dari Cirebon, dan Sekretaris Agung Khalwani dari Sidoarjo.
Sedangkan dari Yayasan Gerakan Sedekah Rombongan hadir Sekretaris Fathur Rozaq, Ketua Dewan Pembina M. Arief Budiman, dan Ketua Dewan Pengawas Rofiq .
Rakorda yang dibuka oleh Koordinator Area Jateng DIY, Achmad Rif’an mengusung tema “Ulurkan tangan, Hadirkan senyuman” dengan hikmah lambang semut berombongan menjadi filosofi gerakan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Sutomo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kurir, driver, Koordinator Kabupaten/Kota dan pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan Rakorda.
“Tahun 2026, SR lebih baik! Jawa Tengah DIY ada 4 rumah singgah. Di Semarang, Solo dan Jogja. Satu lagi di Rembang, khusus rumah singgah pasien ODGJ bernama Graha Atma Asvanda. Adalah 4 dari 11 rumah singgah Sedekah Rombongan di Indonesia. Harus kita optimalkan pemanfaatannya bagi mereka yang berjuang menjemput kesembuhan,” ungkap Sutomo.
Ketua Dewan Pembina, M. Arief Budiman menuturkan bahwa Sedekah Rombongan adalah sebuah kekuatan jama’i.
“Jika mampu menggerakkan semua potensi 300an kurir aktif, ribuan sedekaholics (sebutan untuk donatur di Gerakan Sedekah Rombongan) yang istiqamah dan optimalisasi pelayanan pemanfaatan RSSR serta MTSR bagi pasien dhuafa maka kebarokahan akan bisa didapatkan. Bulan Ramadhan dan momentum Idul Fitri ke depan bisa membuat program nasional yang berbeda namun langsung berdampak pada edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kepedulian pada ummat di tingkat tapak,” ucap Arief Budiman.
Koordinator Area Jateng DIY Achmad Rif’an menyampaikan bahwa kegiatan yang diikuti 51 kurir (sebutan untuk relawan di Gerakan Sedekah Rombongan) ini menghasilkan beberapa keputusan penting.
“Keputusan penting ini terkait SOP Penggunaan MTSR, SOP Pemanfaatan RSSR dan lain-lain. Dan Area Jateng DIY mempelopori pemberian jaminan asuransi BPJS Ketenagakerjaan bagi driver dan staf agar keluarga yang ditinggalkan saat bekerja merasa nyaman,” ucap Rif’an.
Rif’an menyampaikan gambaran terkait pendampingan pasien dhuafa.
“Pendampingan bagi para pasien dhuafa secara gratis dilakukan karena banyak biaya yang dibutuhkan mereka diluar biaya tanggungan BPJS Kesehatan. Misalkan biaya transportasi bagi si sakit dan keluarga pendampingnya jika mendapatkan rujukan ke rumah sakit besar di luar kota. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan ambulance gratis bagi para pasien dhuafa,” ungkap Rif’an.
Lebih lanjut Rif’an mengungkapkan, jika harus tinggal di sekitar rumah sakit rujukan, keluarga pasien bingung untuk tinggal karena biaya kost cukup besar dan memberatkan, maka, Gerakan Sedekah Rombongan juga memberikan fasilitas berupa Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR).
“Mengantar pasien dhuafa dampingan bukan hanya sekali saja menuju rumah sakit rujukan. Namun selama pasien membutuhkan sampai semangat sembuh tetap dilayani,” pungkas Rif’an.(day)


Salam Tembus Langit Sedekah Rombongan Indonesia….
2026 menjadi lebih baik…