|

Unwahas Gelar Sumpah Apoteker, Raih Capaian Memuaskan IPK Tertinggi 3,98

SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melalui Fakultas Farmasi kembali menggelar acara pengucapan Lafal Sumpah Apoteker ke-24 pada Selasa (23/4) lalu. Prosesi pengambilan sumpah yang dilaksanakan di aula Farmasi berjalan dengan khidmat terhadap 81 orang calon apoteker.

Acara tersebut dibuka oleh Rektor Unwahas Mudzakkir Ali, dilanjutkan prosesi pengucapan lafal sumpah yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Farmasi Maulita Cut Nuria, dengan melibatkan rohaniawan yang berasal dari agama islam, kristen dan Budha.


Turut hadir pada acara tersebut perwakilan Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia (KIFI) Louisa Endang Budiarti, perwakilan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Tengah Ari Simbara dan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Riptieni Tri Lutiarsi.

Sebelum prosesi pengucapan lafal sumpah, dalam laporannya Ketua Program Studi Profesi Apoteker Junvidya Heroweti, mengatakan PSPA Unwahas telah meluluskan 81 mahasiswa apoteker dengan capaian rata-rata IPK 3,68 dan angka kelulusan first taker UKMPPAI CBT sebesar 98,7% serta IPK tertinggi 3,98 diraih oleh Sdr Fahri Mubin S Farm.

Ketua KIFI yang diwakili oleh Louisa Endang Budiarti menuturkan, Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia merupakan bagian dari organisasi profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Berdasarkan Undang-undang No. 17 Tahun 2023, Kolegium yang akan disahkan oleh pemerintah diberikan mandat untuk melakukan tugas salah satunya menjadi saksi dalam prosesi sumpah apoteker.

“KIFI bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi seperti Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga sedang berproses menuju spesialisasi,” ujarnya.

Menurutnta, ada 5 apoteker spesialis yaitu apoteker spesialis farmasi nuklir, farmasi interna, neonatus & anak, farmasi intensif dan onkologi.

Dekan Fakultas Farmasi Maulita Cut Nuria menambahkan, 81 orang lulusan apoteker yang hari ini melaksanakan sumpah, merupakan lulusan Fakultas Farmasi yang cukup teruji kemampuannya maupun kompetensinya.

“Selaku pimpinan Fakultas mengucapkan selamat kepada apoteker baru sekaligus menyampaikan rasa bangga kepada para orang tua dan wali atas hasil pencapaian perjuangan para apoteker baru selama ini dan berharap agar mereka dapat berpraktek secara profesional dan bertanggung jawab sesuai dengan tradisi luhur keprofesian di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Wahid Hasyim menuturkan, apoteker lulusan Unwahas harus rendah hati dan tidak boleh sombong.

“Semakin bertambah ilmu atau gelar, perlu semakin lapang dada, menata hati, menyiapkan mental, dan tidak merendahkan orang lain,” ujarnya.

Beliau juga memberikan nasehat kepada lulusan baru apoteker agar tidak melupakan almamater Unwahas dan selalu melakukan kebaikan-kebaikan dimanapun berada agar dapat menjadi manusia yang bermanfaat.

Di akhir acara, Ketua Yayasan Wahid Hasyim yang diwakili oleh Ketua II Satriyan Abdul Rahman mengucapkan selamat kepada para apoteker baru Unwahas.

“Yayasan selalu mendukung terselenggaranya pendidikan di Unwahas sehingga Fakultas Farmasi memiliki sarana dan prasarana yang semakin lengkap. Dalam waktu dekat, akan dibangun asrama untuk mahasiswa farmasi dan kedokteran,” tuturnya.

Lulusan apoteker terbaik, Fahri Mubin dalam kesan dan pesannya menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan tiada henti dari para dosen dan segala dukungan dari seluruh civitas akademika dalam penyelesaian studi di PSPA.

“Kepada rekan-rekan teman sejawat apoteker baru yang disumpah agar terus belajar mengembangkan diri, berusaha dengan sebaik-baiknya dan tidak ragu terhadap kemampuannya masing-masing. Segala sesuatu akan dapat diraih dengan usaha, kerja keras dan doa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *