Bahlil Resmikan Prodi Teknik Pertambangan Unwahas, Tegaskan Dukungan Pemerintah untuk SDM Pertambangan
SEMARANG[BahteraJateng] — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Program Studi (Prodi) S1 Teknik Pertambangan di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) pada Sabtu (9/5), sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertambangan nasional.
Peresmian tersebut menandai dimulainya operasional prodi baru yang diklaim sebagai Program Studi Teknik Pertambangan pertama di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Bahlil mengapresiasi langkah Unwahas yang mulai masuk ke sektor strategis melalui pengembangan pendidikan pertambangan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Unwahas yang sudah mengembangkan program studi ke sektor strategis. Ini momentum yang baik,” ujar Bahlil.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti nikel, batu bara, dan berbagai mineral lainnya. Namun, pengelolaan potensi tersebut membutuhkan dukungan tenaga ahli pertambangan yang kompeten.
“Kita punya sumber daya alam besar, tetapi pertanyaannya berapa banyak anak bangsa yang benar-benar menguasai sektor ini. Karena itu, pendidikan seperti ini menjadi penting,” tegasnya.
Bahlil menilai pendidikan tinggi di bidang pertambangan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu mengelola kekayaan mineral nasional secara mandiri dan profesional.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui peningkatan fasilitas laboratorium.
“Pembelajaran itu tidak cukup teori, harus didukung praktik,” tegasnya.
Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, sebelumnya menyampaikan bahwa Prodi S1 Teknik Pertambangan telah memperoleh izin operasional sejak 2 April 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Pada tahap awal, Unwahas membuka kuota hingga 40 mahasiswa. Kami juga memberikan potongan sebesar 25 persen untuk 26 pendaftar awal,” ungkapnya.
Dengan dukungan langsung dari Menteri ESDM, kehadiran prodi ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan SDM unggul di sektor pertambangan sekaligus mendukung pemerataan pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

