Kebakaran Rumah Kayu di Desa Kemantren Kedungtuban Blora
Sebuah rumah berbahan kayu jati milik warga Desa Kemantren RT 6 RW 1, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, ludes terbakar pada Rabu (27/5) siang.(Dok. Humas Polres)
|

Rumah Kayu di Kedungtuban Blora Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta

BLORA[BahteraJateng] – Sebuah rumah berbahan kayu jati milik warga Desa Kemantren RT 6 RW 1, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, ludes terbakar pada Rabu (27/5) siang. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di bagian belakang rumah.

Saat dikonfirmasi, Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Nuryanti yang melihat kepulan asap hitam dari bagian belakang atas rumah milik Yunus.

“Setelah melihat asap, warga segera berupaya memadamkan api dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas,” ujar AKP Midiyono.

Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan rumah berukuran 10 x 9 meter yang sebagian besar terbuat dari kayu jati. Sejumlah barang berharga yang berada di dalam rumah, seperti lemari, sepeda, pakaian, dan perabot lainnya, turut terbakar.

Petugas dari Polsek Kedungtuban bersama Satpol PP, Damkar Cepu, Damkar Randublatung, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta Koramil Kedungtuban langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api.

Setelah berjibaku selama sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, hanya istri dan anak korban yang berada di rumah dan berhasil menyelamatkan diri.

Akibat peristiwa itu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp250 juta. Sementara keluarga korban untuk sementara mengungsi di rumah kerabat yang berada di sebelah rumah mereka.

Saat ini Polsek Kedungtuban masih melakukan penyelidikan dengan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi-saksi, serta menyusun laporan kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran serupa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *