Kanwil Kemenag Jateng Dorong Seluruh KUA Kembangkan Program Ekoteologi
SEMARANG[BahteraJateng] – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah mendorong Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di tiap wilayah kecamatan agar mengembangkan program ekoteologi di masing-masing lingkungannya.
Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, mengatakan program ini mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup sehingga menjadikan gerakan upaya menjaga kelestarian bumi tidak sekadar dipandang sebagai upaya menjawab masalah sosial saja, melainkan juga bagian dari ibadah dan wujud nyata keimanan kepada Tuhan.
“Program ekoteologi yang dicanangkan tahun lalu terus menggelinding, termasuk di Jateng. Bahkan Menteri Agama Prof. Nasaruddin dan Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof. Abu Rokhmad menghadiri kegiatan bertajuk Gemah KUA Asri sebagai bentuk dukungan terhadap program ekoteologi yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia di KUA Semarang Selatan, Jumat 5 Juni 2026,” kata Saiful di Semarang pada Sabtu (6/6)
Realisasi program di KUA Semarang Selatan itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan dari Dirjen Bimas Islam, prosesi akad nikah, penasihatan perkawinan oleh Menteri Agama, hingga penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Dalam laporannya, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menegaskan bahwa Kementerian Agama terus mendorong seluruh Kantor Urusan Agama di Indonesia untuk mengembangkan lingkungan yang hijau dan nyaman.
Menurutnya, Kemenag terus melakukan berbagai macam upaya agar seluruh Kantor Urusan Agama dapat menjalankan kegiatan yang asri dan mendukung pelestarian lingkungan, pada kesempatan ini pula pihaknya mengapresiasi meningkatnya kesadaran generasi muda untuk membangun keluarga melalui pernikahan.
Pada kesempatan acara Gemah KUA Asri, pasangan pengantin Mas Bryan dan Mbak Ajeng melangsungkan akad nikah yang dipimpin oleh Kepala KUA Semarang Selatan, Kiai Duta. Momen istimewa ini semakin berkesan karena disaksikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia.
Dalam nasihat perkawinannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga mempersatukan dua keluarga besar dalam ikatan persaudaraan.
“Ananda mendapatkan sertifikat berlogo Garuda. Dalam peristiwa yang sama, juga berlangsung peristiwa adat. Hari ini bukan saja perkawinan Anda berdua, tetapi juga perkawinan agama dan adat. Dua keluarga menjadi satu kesatuan. Dalam satu menit tadi, dua keluarga besar menjadi satu saudara. Inilah indahnya perkawinan,” tuturnya.

