UGM Perkuat Mitigasi Risiko KKN 2026, Setiap Tim Kini Dibekali Petugas SHE
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat sistem mitigasi risiko dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menempatkan petugas Safety, Health, and Environment (SHE) pada setiap tim KKN yang akan diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Direktorat Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Rustamji, mengatakan penguatan aspek keselamatan menjadi salah satu evaluasi penting dari pelaksanaan KKN pada periode sebelumnya.
“Kalau dulu masing-masing tim belum memiliki petugas SHE, sekarang kami tambahkan personel khusus yang bertugas memonitor dan memitigasi berbagai risiko selama kegiatan berlangsung,” ujarnya saat diwawancarai dalam pelepasan mahasiswa di Lapangan Pancasila, Jumat (19/6/2026).
Selain menempatkan petugas SHE, UGM juga menyiapkan perlengkapan keselamatan tambahan untuk mahasiswa yang menjalankan program di wilayah perairan. Beberapa kelompok bahkan dibekali pelampung guna mengantisipasi risiko saat berkegiatan di lapangan.
Pada periode ini, sebanyak 8.178 mahasiswa UGM akan mengikuti KKN-PPM yang berlangsung mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Mereka tergabung dalam 298 unit KKN yang tersebar di 275 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi.
Rustamji menjelaskan, persiapan pelaksanaan KKN telah dilakukan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), serta masyarakat setempat selama beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memetakan potensi risiko sekaligus memastikan kesiapan lokasi penerjunan mahasiswa.
“Dalam tiga bulan terakhir kami aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kagama untuk menyiapkan lokasi serta memperkuat mitigasi risiko di masing-masing wilayah,” katanya.
Tahun ini UGM juga membuka sejumlah lokasi baru, termasuk di Papua dan Halmahera Tengah. Sebanyak tujuh tim KKN dengan sekitar 175 mahasiswa ditempatkan di Papua, termasuk beberapa titik baru di wilayah Jayapura.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, UGM tetap mempertahankan kualitas pendampingan mahasiswa. Monitoring lapangan oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) dan koordinator wilayah tetap dilakukan, meski kunjungan pimpinan universitas ke lokasi KKN dikurangi.
“Kami menyesuaikan perjalanan pimpinan, tetapi DPL dan koordinator wilayah tetap mendapat dukungan untuk melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan,” ujar Rustamji.
Selain fokus pada keselamatan peserta, program KKN tahun ini tetap mengusung tema Kedaulatan Pangan dan Penanganan Lingkungan Berkelanjutan. Berbagai program akan diarahkan pada penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan literasi keuangan dan digital, hingga pengembangan potensi daerah berbasis sumber daya lokal.(day)

