Mahasiswa USM Soroti Ajakan Menteri ke Papua: Buka Akses Seluasnya, Bukan Sekadar Undangan Terbatas
SEMARANG[BahteraJateng] – Mahasiswa Universitas Semarang (USM), Miftah Nur Khayanto, menanggapi pernyataan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang mengajak mahasiswa untuk melihat langsung kondisi di Papua.
Miftah menilai, persoalan Papua merupakan isu nasional yang menyangkut kepentingan seluruh rakyat Indonesia, sehingga tidak cukup hanya diselesaikan dengan kunjungan terbatas kepada sejumlah pihak. Ia menekankan perlunya keterbukaan akses informasi secara luas bagi publik.
Menurutnya, jika pemerintah meyakini tidak terdapat kekerasan, penindasan, maupun penggusuran warga akibat proyek negara, maka pembuktian harus dilakukan melalui keterbukaan penuh, bukan melalui seleksi kunjungan.
“Pers, media massa, peneliti, dan seluruh elemen masyarakat harus diberi kebebasan penuh meliput dan meneliti kondisi di lapangan tanpa pembatasan maupun pengawalan yang berlebihan,” ujarnya yang juga menjabat Ketua Umum PW PRIMA DMI Jawa Tengah kepada BahteraJateng, Minggu (21/6).
Miftah juga menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci untuk memastikan objektivitas informasi terkait situasi di Papua, sehingga tidak menimbulkan perdebatan berbasis asumsi atau informasi yang terbatas.
Sebelumnya, dalam forum Nusantara Young Leaders yang digelar di GIK UGM pada Minggu (15/6/2026), sejumlah mahasiswa menyampaikan kritik dan kekecewaan terhadap para pejabat yang hadir.
Diskusi sempat memanas setelah terjadi perbedaan pandangan mengenai kondisi di Papua, bahkan diwarnai aksi pengejaran mahasiswa yang membuat suasana forum tidak kondusif.
Forum tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan ketegangan antara perspektif pemerintah dan mahasiswa terkait isu Papua, khususnya mengenai akses informasi dan keterbukaan di lapangan.

