Agustina: Pembangunan Manusia Adalah Investasi Terbesar Kota
SEMARANG[BahteraJateng] – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan investasi terbesar bagi kemajuan sebuah kota. Menurutnya, kualitas manusia menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan, bahkan lebih penting dibandingkan pembangunan fisik semata.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustina saat menutup Training Raya Akbar HMI yang meliputi Intermediate Training (Latihan Kader II), Latihan Khusus Kohati (LKK), Senior Course (SC), serta Latihan Khusus LPP tingkat nasional HMI Cabang Semarang Tahun 2026 di Balai Kota Semarang pada Minggu (5/7). Kegiatan itu diikuti sekitar 150 kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari berbagai daerah.
“Bagi saya, investasi terbesar sebuah kota bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan manusianya. Anak-anak muda harus menjadi pribadi yang adaptif, kreatif, dan mampu memimpin perubahan. Itulah bekal yang akan menentukan masa depan Semarang maupun Indonesia,” ujar Agustina.
Menurutnya, tantangan global dan pesatnya perkembangan teknologi menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta karakter yang kuat. Ia menilai kemajuan teknologi tidak akan mampu menggantikan peran manusia yang memiliki nilai, empati, dan kemampuan mengambil keputusan.
Mengutip Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, Agustina mengatakan, “Not the gun wins the war, but the man behind the gun.” Menurutnya, pesan tersebut menegaskan bahwa kualitas manusia tetap menjadi faktor penentu dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Agustina juga mengajak mahasiswa memanfaatkan organisasi sebagai ruang belajar untuk membangun kepemimpinan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kemampuan berkolaborasi.
“Saya berharap pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal ketika terjun ke tengah masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, terus berupaya memperkuat pembangunan SDM melalui berbagai program yang mendorong tumbuhnya generasi muda yang inovatif dan berdaya saing.
Salah satunya melalui Program Waras Ekonomi yang tidak hanya memperkuat daya saing UMKM, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Agustina berharap Training Raya Akbar HMI mampu melahirkan kader yang unggul secara intelektual, profesional, memiliki kepedulian sosial, serta siap menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi Kota Semarang dan Indonesia.(sun)

