|

Pelatihan Peer Support Bekali Anggota Keterampilan Konseling Sebaya

KENDAL[BahteraJateng] – Peer Support Sabilurrasyad bersama Bimbingan dan Konseling (BK) Sabilurrasyad menggelar Pelatihan Peer Support pada Senin (28/9) di Room Meeting dengan di dampingi Mahasiswa Praktik Pengalaman Profesi (PPP) Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Walisongo.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota Peer Support terpilih dari jenjang SMP kelas 8 dan 9 serta SMK, sebagai upaya meningkatkan kemampuan anggota Peer Support dalam memberikan dukungan kepada teman sebaya. Selain keterampilan mendengarkan dan memberikan dukungan, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai kebutuhan teman sebaya serta kode etik dasar dalam konseling.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik peer counseling atau konseling sebaya. Peserta dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas tiga orang dengan peran sebagai konselor, konseli, dan observer.

Melalui praktik tersebut, peserta diajak untuk memahami secara langsung bagaimana proses konseling sebaya dilakukan serta bagaimana membangun komunikasi yang aman dan suportif. Selain praktik konseling, peserta juga menyusun program kerja sesuai dengan divisi masing-masing. Divisi yang terlibat meliputi Sekretaris, Preventif, Kuratif, Minat Bakat, Mading, serta Publikasi, Desain, dan Dokumentasi (PDD). Penyusunan program kerja tersebut dilakukan dengan pendampingan dari mahasiswa PPP Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Walisongo.

Salah satu fasilitator, Adhitya M. Yusuf Kurniawan, S.Pd., selaku guru BK menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan bekal kepada anggota Peer Support agar mampu menjalankan peran sebagai konselor bagi teman sebaya. “Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada anggota Peer Support bagaimana menjadi konselor untuk teman sebaya,” ujar Adhitya.

Harapan terhadap keberlanjutan Peer Support juga disampaikan oleh Syamara Mikaela Susilo, selaku Wakil Peer Support Putri. Ia berharap keberadaan Peer Support tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi dapat berkembang menjadi budaya positif di lingkungan Yayasan Sabilurrasyad. “Semoga Peer Support Sabilurrasyad tidak hanya menjadi sebuah program, tapi juga menjadi budaya. Budaya untuk saling peduli, saling menjaga, dan saling menguatkan,” katanya berharap.

Sementara itu, Bagas Seno selaku Ketua Peer Support Putra, berharap semakin banyak siswa yang merasa aman untuk berbagi cerita dan semakin banyak pula teman sebaya yang bersedia menjadi pendengar. “Semoga semakin banyak teman-teman yang berani bercerita, dan semakin banyak yang tergerak untuk mendengarkan,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Peer Support Sabilurrasyad diharapkan mampu menjadi wadah dukungan sebaya yang dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli, suportif, dan terbuka. Dengan keterampilan yang telah diperoleh, para anggota diharapkan dapat menjalankan perannya secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kode etik dan batasan dalam konseling sebaya.

Sumber : Siti Durratun Nashihah mahasiswa Bimbingan Penyuluhan UIN Walisongo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *