Agustina Wilujeng Pramestuti
Wali kota Semarang, Agustina dalam Bimtek Tata Kelola Program Kerja dan Penguatan Kapasitas Peran Bunda PAUD, Selasa (16/9).(Foto Ist)
| |

Agustina Tekankan Bunda PAUD Adalah Motor Penggerak Utama PAUD

SEMARANG[BahteraJateng] – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramesti, menegaskan bahwa Bunda PAUD tidak hanya menjadi simbol, melainkan motor penggerak utama dalam layanan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Program Kerja dan Penguatan Kapasitas Peran Bunda PAUD, Selasa–Rabu, 16–17 September 2025.


Kegiatan ini diikuti seluruh Bunda PAUD tingkat kecamatan hingga kelurahan, masing-masing menghadirkan 10 pengurus sehingga berlangsung representatif.

“Bunda PAUD adalah motor penggerak agar setiap anak memperoleh hak pendidikan sejak dini dengan mutu yang sama di seluruh wilayah,” ujar Agustina pada Selasa (16/9).



Dalam materinya bertajuk “Penguatan Kapasitas Peran Bunda PAUD Tingkat Kecamatan dan Kelurahan Tahun 2025–2030”, Agustina menekankan pentingnya peran keluarga, guru, dan lingkungan dalam membentuk karakter generasi mendatang.

Ia juga mengingatkan pentingnya gizi seimbang, tidur cukup, serta lingkungan yang aman dan nyaman sebagai penentu kualitas tumbuh kembang anak.

“Itulah wujud kebiasaan baik. Sederhana memang, tetapi sangat penting bagi anak-anak. Janganlah membebani mereka dengan hal tidak bermanfaat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, turut menyampaikan materi “Kebijakan Program Kerja Bunda PAUD dalam Layanan PAUD”.

Ia menegaskan bahwa program Bunda PAUD harus terintegrasi dengan kebijakan pendidikan kota agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Materi lain disampaikan Kabid PAUD PNF Ratih Herawati yang menekankan sinergi sekolah, orang tua, dan lingkungan belajar dalam mewujudkan PAUD berkualitas.

Narasumber dari BBPMP Jawa Tengah, Aniek Sugiyanti, memaparkan strategi pencapaian indikator apresiasi Bunda PAUD, sementara Rifki Nugroho dari Kementerian Pendidikan menyoroti peran Bunda PAUD dalam PAUDHI serta publikasi wajib belajar 13 tahun.

Dengan materi yang komprehensif, Bimtek ini diharapkan memperkuat kapasitas dan tata kelola Bunda PAUD di Kota Semarang.

“Dukungan penuh dari Wali Kota serta Dinas Pendidikan akan menjadikan Bunda PAUD semakin strategis mencetak generasi emas 2025–2030,” kata Rifki.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *