Daftar ke PKB, Iswar Harap Dapat Rekomendasi Sebagai Calon Wali Kota Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] – Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi tiket kepadanya untuk maju menjadi calon Wali Kota Semarang dalam ajang Pilwakot 2024.
“Saya diantar para kader NU, mendaftar ke PKB untuk pencalonan Wali Kota Semarang. Berharap tiket PKB untuk Pilkada ini,” ujar Iswar yang hadir bersama 25 kader muda NU Kota Semarang, Senin (20/5).
Setelah dari PKB itu, Iswar menambahkan, akan terus melakukan sosialisasi dan menunggu hasil rekomendasi dari partai-partai yang telah dia datangi.
“Setelah ini kami akan bersosialisasi, selanjutnya kembali kepada setiap partai bagaimana keputusannya,” tuturnya.
Iswar mengaku tidak akan melibatkan struktural NU secara politis. Dia hanya memberi pilihan kepada warga NU kultural.
“Kita kembalikan ke kultural saja, kami tidak mau melibatkan sturkural secara politis. Kami akan mempercayakan kepada PKB sepenuhnya,” ujarnya.
Iswar menuturkan, alasannya mendaftar ke PKB karena melihat PKB adalah partai yang bisa merangkul semua unsur masyarakat, dan dia anggap sesuai dengan visinya membangun Semarang. Terlebih juga sudah sangat mengenal tokoh-tokoh PKB.
“Apalagi karakter pribadi saya lahir dari Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB. Saya hanya berusaha untuk mengaktualisasikan pemikiran Nahdliyin dalam pengabdian saya kepada masyarakat,” tuturnya.
Ketua DPC PKB Kota Semarang, Muhammad Mahsun mengatakan dalam kesempatan tersebut menyatakan, PKB berterima kasih dan merasa terhormat atas kehadiran Iswar Aminuddin mendaftar calon walikota.
Mahsun menambahkan, sudah lama mengenal sosok Iswar Aminudin. Karena Iswar telah menjadi PNS di Kota Semarang sejak 1990-an. Hingga puncak karirnya sekarang sebagai Sekda, menurut Mahsun, Iswar secara kualifikasi kemampuan layak memimpin Kota Semarang.
“Kami memberikan apresiasi dan rasa terimakasih yang tinggi kepada beliau atas pengabdiannya selama ini bagi warga Kota Semarang,” ujarnya.
Meurutnya, DPC PKB telah menerima pendaftaran calon kepala daerah sebanyak lima orang. Dalam masa penjaringan ini, semua pihak mendapat pelayanan sama. Tidak membeda-bedakan kader atau bukan kader, dari unsur internal ataupun eksternal.
“Karena instruksi dari DPP PKB adalah menjaring semua warga masyarakat,” tutur Mahsun.
Dia menuturkan, proses rekomendasi calon Kepala Daerah dari PKB dimulai dari tingkat DPC yaitu penjaringan. Kemudian naik di tingkat DPW untuk verifikasi dan scooring (penilaian). Kemudian diteruskan di DPP untuk uji kelayakan dan kompetensi. Dalam proses ini, para pendaftar dipersilakan melampirkan hasil survey untuk mendukung peluang mendapat rekomendasi.
“Nah Pak Iswar walaupun bukan kader struktural PKB, tapi beliau adalah tokoh NU yang sudah pasti menjadi bahan pertimbangan yang penting,” ujarnya.

