Dewan Dorong Parkir Elektronik, Danur Sebut Kebocoran Retribusi Tak Bisa Diabaikan
SEMARANG[BahteraJateng] – Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang segera memenuhi target pendapatan retribusi parkir melalui penerapan sistem parkir elektronik (PE) di seluruh titik parkir.
Dorongan tersebut disampaikan Danur menyusul realisasi pendapatan parkir yang selama ini belum pernah mencapai target. Menurutnya, DPRD Kota Semarang bersama Dishub telah membahas hal tersebut dalam rapat kerja, termasuk rencana penerapan PE secara menyeluruh.

“Kita sudah bahas dalam rapat kerja untuk melihat program triwulan pertama. Dari paparannya, parkir elektronik akan diterapkan di semua titik agar pendapatan parkir bisa naik sekitar 30 persen dari realisasi tahun lalu sebesar Rp4 miliar,” ujar Danur pada Minggu (1/2).
Danur menjelaskan, penerapan PE akan difokuskan pada seluruh titik parkir, terutama di kawasan strategis dan titik keramaian yang dinilai memiliki potensi besar. DPRD, kata dia, juga siap membantu Dishub dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan juru parkir.
“Kendalanya mungkin jukir atau pengguna belum siap. Kalau memang dibutuhkan, DPRD siap diajak sosialisasi,” katanya.
Ia mengakui, penerapan parkir elektronik sejauh ini memang mampu meningkatkan pendapatan, meski belum signifikan. Karena itu, Dishub diminta mengembangkan sistem yang lebih canggih dengan metode pembayaran yang cepat dan mudah.
Disinggung soal target yang tak pernah tercapai, Danur menegaskan kemungkinan adanya kebocoran retribusi parkir tidak bisa dipungkiri. “Kalau ditanya target memang tidak pernah tercapai. Soal kebocoran, mungkin iya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang, Andreas Catur Ady Kristianto, mengatakan penerapan PE di semua titik parkir mulai diupayakan tahun ini. Dari total 812 titik parkir, sebanyak 605 titik telah menerapkan PE, sementara 207 titik masih menggunakan sistem manual.
“Tahun ini kita upayakan semua titik menggunakan parkir elektronik non-tunai untuk meminimalisir kebocoran dan memenuhi target pendapatan,” pungkasnya.

