|

Dibawah Kepemimpinan Mbak Ita, Pemkot Semarang Raih Dua Penghargaan Bidang Ketahanan Pangan

SEMARANG[BahteraJateng] – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali meraih prestasi membanggakan dengan memperoleh penghargaan bidang ketahanan pangan dan pelayanan inklusif. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada Pemkot Semarang oleh Jawa Pos Radar Semarang dan TV One.

Penghargaan pertama diberikan oleh Jawa Pos Radar Semarang dalam acara Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2024 yang bertemakan “Dedikasi Membangun Negeri”. Acara penganugerahan ini digelar di Hotel Grasia, Semarang, pada Jumat malam. Sebanyak 26 tokoh dan instansi mendapatkan apresiasi karena kontribusi nyata mereka dalam membangun negeri melalui inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat luas.


Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang akrab disapa Mbak Ita, menerima penghargaan kategori Dedikasi Membangun Negeri atas keberhasilannya dalam menginisiasi Kota Ketahanan Pangan. Inovasi ini diwujudkan melalui program urban farming di berbagai titik di Kota Semarang. Urban farming tersebut bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan di tengah tantangan kelangkaan bahan pangan dan inflasi. Melalui program ini, Pemkot Semarang berupaya memastikan bahwa wilayahnya dapat mandiri dalam hal pangan, sambil menekan angka inflasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mbak Ita menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima dan menekankan bahwa menciptakan ketahanan pangan bukanlah tugas yang mudah. “Perlu inovasi untuk bisa mencapai kedaulatan pangan, dan harapannya ke depan inflasi dapat terus ditekan sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya usai menerima penghargaan.



Selain itu, dalam acara yang sama, BLU Trans Semarang juga meraih penghargaan atas kontribusinya dalam menciptakan transportasi ramah disabilitas. Trans Semarang saat ini telah memiliki armada bus low decker dan microbus yang dirancang untuk memudahkan akses penyandang disabilitas.

Mbak Ita menegaskan bahwa Pemkot Semarang akan terus melakukan pembenahan agar transportasi publik dan pembangunan infrastruktur semakin inklusif. “Program ini kami sesuaikan karena semua orang berhak mendapatkan fasilitas yang sama,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama di tempat berbeda, Pemkot Semarang juga menerima penghargaan dalam ajang TV One Inovasi Membangun Negeri 2024 yang berlangsung di Studio TV One, Jakarta. Penghargaan ini diterima oleh Kabag Komunikasi Pimpinan dan Protokol, Kartika Hedi Aji, mewakili Wali Kota Hevearita. Penghargaan diberikan atas inovasi di sektor ketahanan pangan untuk pencegahan stunting.

Di bawah kepemimpinan Mbak Ita, Pemkot Semarang berhasil menunjukkan progres signifikan dalam menurunkan angka stunting. Angka prevalensi stunting di Kota Semarang berhasil turun dari 21,30 persen pada 2021 menjadi 10,40 persen pada 2022.

Beberapa program inovatif yang telah diluncurkan oleh Pemkot Semarang untuk memperkuat ketahanan pangan meliputi pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Lumpang Semar Sejahtera yang berperan dalam memperkuat rantai pasokan makanan. Selain itu, Pemkot juga meluncurkan Gerakan Pangan Murah Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.

Pemkot Semarang juga menginisiasi program “Semar Mrantasi” serta menanam padi Biosalin di lahan pesisir yang terkena rob. Padi Biosalin, hasil riset BRIN, merupakan varietas padi yang adaptif terhadap lahan dengan kadar garam tinggi. Penanaman padi ini menjadi salah satu langkah Pemkot dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah pesisir.

Dalam hal penanganan stunting, program SANPIISAN (Sayangi, Dampingi Ibu dan Anak Kota Semarang) yang diinisiasi oleh Mbak Ita juga mendapat pengakuan internasional, bahkan mendapatkan penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program ini memberikan dukungan kepada ibu dan anak dalam upaya pengentasan stunting.

Mbak Ita menekankan bahwa penghargaan-penghargaan ini merupakan bonus sekaligus motivasi bagi Pemkot Semarang untuk terus berinovasi dalam mempercepat pencapaian zero stunting dan memperkuat ketahanan pangan di Kota Semarang.

“Kami terus berupaya menciptakan inovasi baru agar target-target pembangunan dapat tercapai dengan baik,” pungkasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *