Walisongo Center
Dinas Arpus Kota Semarang melakukan penelusuran terhadap naskah dan karya manuskrip KH. Sholeh Darat yang tersimpan di UPT Perpustakaan dan Walisongo Center UIN Walisongo Semarang. Kunjungan ini berlangsung, Senin (28/7).(Foto Ist)

Dinas Arsip Kota Semarang Telusuri Manuskrip KH. Sholeh Darat di Walisongo Center

SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang melakukan penelusuran terhadap naskah dan karya manuskrip KH. Sholeh Darat yang tersimpan di UPT Perpustakaan dan Walisongo Center UIN Walisongo Semarang. Kunjungan ini berlangsung pada Senin (28/7), di Gedung Walisongo Center.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) milik Kota Semarang ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).


Dalam pertemuan tersebut, Kepala UPT Perpustakaan, Umar Falahul Alam, dan Ketua Walisongo Center, Anasom, menyambut langsung tim dari Arpus Kota Semarang.

Kepala Bidang Pengembangan, Pembinaan, dan Pengawasan Kearsipan Arpus Kota Semarang, Laily Widyaningtyas, menjelaskan bahwa untuk mengajukan MKB, diperlukan pengkajian mendalam terhadap hasil karya otentik KH. Sholeh Darat.



Karya-karya tersebut harus dikemas ulang mengikuti sistematika yang ditetapkan ANRI agar dapat diakui sebagai memori kolektif yang memiliki nilai kebangsaan tinggi.

“Pengajuan MKB harus menunjukkan peran tokoh atau karya tersebut dalam membentuk identitas nasional. Karya KH. Sholeh Darat dinilai memenuhi kriteria ini,” ujar Laily.

Anasom menambahkan bahwa KH. Sholeh Darat merupakan tokoh penting dalam sejarah intelektual Islam Nusantara. Banyak ulama besar di Jawa, Madura, dan Sumatra memiliki sanad keilmuan yang bersambung kepadanya.

Salah satu karya monumental beliau yang akan diajukan sebagai MKB adalah Kitab Tafsir Faidur Rahman, yang jilid pertama disimpan di Walisongo Center dan jilid kedua berada di Museum Masjid Agung Demak.

Umar Falahul Alam menegaskan bahwa UPT Perpustakaan dan Walisongo Center akan berkolaborasi untuk merangkum dan mengemas karya tersebut dengan judul yang menarik.

“Kami berharap ini akan mengangkat kembali warisan intelektual KH. Sholeh Darat dan memperkuat posisi UIN Walisongo sebagai pusat kajian Islam Nusantara,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *