Pemancing Tenggelam Bendung Karet Kalijajar
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu pemancing yang tenggelam di area Bendung Karet Sungai Kalijajar, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Selasa (9/6) dalam keadaan meninggal dunia.(Dok. Humas Basarnas)

Dua Pemancing Tenggelam Bendung Karet Kalijajar Demak, Satu Ditemukan Tewas

DEMAK[BahteraJateng] – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu pemancing dari dua orang pemancing yang dilaporkan tenggelam di area Bendung Karet Sungai Kalijajar, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Selasa (9/6).

Dua korban diketahui bernama Budi Santoso (46), warga Betokan Krajan RT 2 RW 1 Demak dan Muklisin (60), warga Desa Pasuruan Lor RT 1 RW 5 Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengatakan, peristiwa bermula saat kedua korban bersama beberapa rekannya memancing di area bendung karet pada Senin (8/6/2026) malam.

Korban Budi Santoso diketahui memancing di bagian tengah bendung yang terbuat dari karet berisi angin. Namun sekitar pukul 23.30 WIB, genset pompa angin bendung tersebut tiba-tiba mati sehingga bendungan perlahan mengempis.

“Korban kemudian berusaha kembali ke tepian sungai dengan menyusuri bantalan karet bendung, namun terpeleset dan hanyut tenggelam,” ujar Budiono.

Melihat kejadian tersebut, Muklisin berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, ia juga terpeleset dan ikut hanyut di sungai dengan kedalaman sekitar empat meter.

Mendapat laporan kejadian itu, Basarnas Pos SAR Jepara langsung menerjunkan satu tim untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan.

“Pagi ini kami menerima informasi adanya orang hanyut tadi malam dan langsung mengirimkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian,” katanya.

Tim SAR melakukan penyisiran menggunakan perahu karet serta pencarian darat di sepanjang aliran sungai. Hasilnya, sekitar pukul 13.15 WIB, korban Budi Santoso ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” imbuh Budiono.

Sementara itu, hingga Selasa malam, pencarian terhadap Muklisin belum membuahkan hasil. Operasi SAR sementara dihentikan karena minimnya penerangan dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (10/6/2026) pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *