LINKK Semar Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana
LINKK Semar bekerja sama dengan BPBD Kota Semarang menggelar pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang menyasar penyandang disabilitas di Kota Semarang, Senin (13/4).(Dok. LINKK Semar)
| |

Gandeng BPBD, LINKK Semar Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana bagi Disabilitas di Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] — Layanan Inklusi Kota Semarang (LINKK Semar) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menggelar pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang menyasar penyandang disabilitas di Kota Semarang.

Kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya potensi bencana di wilayah Kota Semarang, sehingga diperlukan langkah antisipatif yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menegaskan pentingnya pemahaman mitigasi bagi penyandang disabilitas agar mampu melakukan penyelamatan diri secara mandiri saat bencana terjadi.

“Disabilitas minimal bisa menyelamatkan dirinya secara mandiri sebelum bantuan datang,” ujarnya pada Senin (13/4).

Pelatihan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi bencana yang melibatkan peserta disabilitas bersama tim operasional BPBD. Dalam simulasi tersebut, peserta diberikan pemahaman detail terkait langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

Ketua LINKK Semar, Fita, menjelaskan bahwa organisasinya hadir sebagai wadah kolaboratif yang menghubungkan pemerintah, komunitas disabilitas, relawan, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkeadilan.

Sementara itu, Ketua Bidang Kajian dan Penanggulangan Bencana LINKK Semar, Wishnu Pratomo, memaparkan materi terkait jenis-jenis bencana, tanda-tanda awal, serta langkah penanganan yang disesuaikan dengan ragam disabilitas.

Pada hari kedua, simulasi dilakukan dengan membagi peserta ke dalam empat kelompok, yakni sebagai korban, tim evakuasi dan pengungsian, pusat data dan informasi, serta dapur umum. Seluruh peserta menjalankan peran masing-masing, mulai dari proses evakuasi hingga pendataan dan distribusi logistik di pengungsian.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pendamping disabilitas guna memastikan proses evakuasi berjalan sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Di akhir kegiatan, dilakukan evaluasi bersama untuk mengidentifikasi kekurangan serta menghimpun masukan dari peserta terkait kesiapan menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.

LINKK Semar berencana menggelar pelatihan serupa secara berkala guna meningkatkan kesiapsiagaan penyandang disabilitas sekaligus meminimalkan risiko korban jiwa saat bencana terjadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Maftukhah Wiwin Subiyono, Sekretaris Kecamatan Pedurungan Hendaryono, serta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang Riyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *