Gerakan Memutus Mata Rantai Rezim Jokowi
Oleh: Usman Amirodin
Jokowi bukan lagi Presiden, akan tetapi masih menjadi tumpuan rezim oligarki kapital, diperalat sebagai tameng untuk melindungi aset dan penguasaan kedaulatan negara demi kepentingan mereka.
Saat ini Presiden Prabowo masih berada dalam pusaran turbulensi yang ditinggalkan Jokowi. Tidak mudah melepaskan diri dari cengkeraman oligarki Taipan rezim Jokowi karena masih mendominasi dan memegang kendali ‘penjajahan ekonomi’ di Negara ini.
Sebagai aktivis pergerakan seharusnya mengambil peran, bersama seluruh potensi bangsa, termasuk pemerintah untuk menormalisasi kembali penguasaan ekonomi para oligarki supaya menjadi pilar penguat ekonomi bangsa dan NKRI.
Langkah pertama yang bisa dilaksanakan Presiden Prabowo adalah mengambil kendali perekonomian negara dengan mengontrol semua bisnis asing. Meninjau ulang dan memperbaiki semua perjanjian proyek-proyek negara asing dan aseng di Indonesia. Hal-hal yang terdapat potensi penjajahan ekonomi,wilayah, dan sebagainya harus dihilangkan, dan dialihkan untuk memperkuat ekonomi makro NKRI,serta mempertahankan kedaulatan negara.
Langkah kedua meninjau kembali semua produk hukum rezim Jokowi yang memperlemah kontrol pemerintah terhadap proyek asing dan aseng yang menindas rakyat supaya dibatalkan atau diganti dengan yang lebih baik untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan NKRI.
Langkah ketiga membersihkan anasir-anasir para pengkhianat bangsa, terutama saat Jokowi masih menjabat sebagai presiden.
Langkah keempat, apabila stabilitas Nasional sudah kondusif, stabil dan baik, selanjutnya memproses hukum Jokowi, menangkap dan mengadili Jokowi beserta keluarga dan kroninya.
Langkah kelima, negara ikut memperkuat kontrol masyarakat melakukan perlawanan terhadap penjajahan asing dan aseng diberbagai kota dan kabupaten dalam berbagai bentuk kampanye kemandirian Indonesia melalui surat, pernyataan sikap, video clip dan lain-lain.
Selama negara asing masih mendominasi NKRI, akan sulit memutus mata rantai rezim oligarki kapital asing dan aseng.
Marilah saudaraku para aktivis pergerakan yang masih cinta NKRI terus berjuang sejak sekarang, Insya Allah usaha akan berhasil.
Solo, 19 Desember 2024.
(Usman Amirodin adalah Aliansi Rakyat Bergerak Surakarta)

