Gubernur Luthfi Jadi “Bapak” bagi Mahasiswa Aceh, Sumut, dan Sumbar di Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan diri sebagai “Bapak” bagi mahasiswa asal Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sedang menempuh pendidikan di Kota Semarang.
Sikap tersebut ia sampaikan sebagai bentuk dukungan atas musibah banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi tersebut.

Untuk meringankan beban para mahasiswa, Ahmad Luthfi memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Pemprov Jateng memberikan bantuan logistik, menanggung biaya kos selama tiga bulan, serta memfasilitasi keringanan biaya kuliah melalui koordinasi dengan para rektor.
“Kita bantu kosnya tiga bulan, kemudian biaya kuliah yang sudah saya sampaikan kepada rektor masing-masing agar diberikan kemudahan. Anda di sini tidak sendiri, saya akan menjamin seluruh kegiatan belajar mengajar di tempat kalian. Jadi kamu punya bapak di sini,” ujar Ahmad Luthfi saat bertemu mahasiswa Aceh, Sumut, dan Sumbar di Asrama Mahasiswa Aceh, Tembalang, Kota Semarang pada Senin (8/12).

Selain bantuan biaya, Gubernur juga mengupayakan kelancaran komunikasi mahasiswa dengan keluarga di daerah asal. Banyak mahasiswa yang kesulitan menghubungi keluarganya karena jaringan di lokasi bencana terganggu.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan pihak terkait agar komunikasi dapat segera dipulihkan, sehingga mahasiswa dapat tetap tenang dan fokus belajar.
Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS), Muhammad Haekal Halifah, mengapresiasi langkah cepat Gubernur dan Pemprov Jateng, termasuk bantuan biaya kos, logistik, serta dukungan komunikasi dengan kampus untuk mempermudah administrasi kuliah.
“Di Aceh sudah terdata 107 mahasiswa, Sumbar sekitar 200-an, dan Sumut 100 lebih. Pendataan ini akan kami koordinasikan agar bantuan terserap dengan baik,” ujar Haekal.
Mahasiswa asal Sumut, Naswa Salsabila, dan mahasiswa asal Sumbar, Ghazza Al Hafizh Hasbi, juga menyampaikan terima kasih atas perhatian tersebut.
Menurut mereka, dukungan ini membuat mahasiswa rantau tetap semangat menempuh pendidikan dan meringankan kekhawatiran keluarga di kampung halaman.
“Dukungan dari Gubernur sangat membantu. Prioritas kami adalah melanjutkan pendidikan. Dengan bantuan ini, kami bisa tetap fokus belajar,” kata Ghazza. (sun)

