PGMI UIN Walisongo Studi Tiru
PGMI FTIK UIN Walisongo Semarang melaksanakan studi tiru ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, Rabu (4/2).(Dok. Humas UIN Walisongo)

Intip Rahasia Ribuan Prestasi, PGMI UIN Walisongo Studi Tiru ke MIN 1 Kota Malang

MALANG[BahteraJateng] – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang melaksanakan studi tiru ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang Rabu (4/2).

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) PGMI UIN Walisongo di Jawa Timur tahun 2026.

Studi tiru tersebut bertujuan menggali strategi pengelolaan madrasah unggulan yang mampu melahirkan ribuan prestasi hingga tingkat internasional.

Kegiatan dipusatkan di Serambi Masjid MIN 1 Kota Malang dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa kelas 4, dilanjutkan penampilan seni dari siswa kelas 1 yang menambah suasana hangat dan inspiratif.

Sekretaris Program Studi PGMI UIN Walisongo, Hamdan Husein Batubara, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan agenda strategis untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa calon guru.

Menurutnya, MIN 1 Kota Malang menjadi contoh konkret madrasah masa depan yang berhasil mengelola kurikulum adaptif, budaya prestasi, serta iklim belajar yang kondusif.

“Kami ingin mahasiswa melihat langsung praktik tata kelola madrasah yang efektif dan berkelanjutan, khususnya dalam membangun prestasi siswa secara konsisten,” ujarnya.

Kepala MIN 1 Kota Malang, Siti Aisah, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan madrasah terletak pada kolaborasi antara teori akademik dan pengalaman lapangan.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran di MIN 1 Kota Malang telah berbasis digital dan diperkuat dengan pembiasaan karakter melalui program “7 Kebiasaan Anak Hebat”.

Pada tahun ajaran 2024/2025, MIN 1 Kota Malang mencatat lebih dari 1.700 prestasi dari berbagai jenjang lomba. Selain itu, madrasah ini juga berstatus sebagai madrasah literasi nasional dengan ratusan karya tulis siswa yang dihasilkan setiap tahun.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan kerja sama antarlembaga, sesi diskusi, serta observasi langsung fasilitas dan proses pembelajaran di lingkungan madrasah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *