Festival Siripada
KAI Wisata berkolaborasi dengan Resto & Art Stasiun Tuntang serta Pokjaluh Agama Buddha Kabupaten Semarang menyelenggarakan Festival Siripada, Sabtu (20/12).(Dok Humas KAI Wisata)

KAI Wisata Berkolaborasi Gelar Festival Siripada di Stasiun Tuntang

SEMARANG[BahteraJateng] – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) terus memperluas kolaborasi untuk mengembangkan wisata heritage Museum Kereta Api Ambarawa hingga Stasiun Tuntang. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan daya tarik wisata sejarah perkeretaapian di Jawa Tengah.

Kali ini, KAI Wisata berkolaborasi dengan Resto & Art Stasiun Tuntang serta Pokjaluh Agama Buddha Kabupaten Semarang melalui penyelenggaraan Festival Siripada, Sabtu (20/12).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari pengembangan pariwisata untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati perjalanan kereta api wisata heritage dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang.

Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy, mengatakan kereta api wisata heritage tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga merupakan bagian dari sejarah dan identitas bangsa.

“Kereta api wisata heritage adalah warisan yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya pada Minggu (21/12).

Festival Siripada diikuti sekitar 400 umat Buddha dari Boyolali dan Kabupaten Semarang serta simpatisan. Kegiatan ini dipimpin oleh tokoh agama dan budaya Buddha Kabupaten Semarang, Romo Pujiyanto.

Acara tersebut juga menjadi bagian dari pemberdayaan potensi kawasan Stasiun Tuntang yang berada di sekitar Sungai Tuntang, aliran dari Rawa Pening.

Festival ini mengusung konsep wisata ekoteologi yang memadukan pelestarian alam, budaya, dan sejarah perkeretaapian.

VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, menyatakan KAI Wisata terus mengembangkan destinasi berbasis sejarah dan budaya untuk memperkuat peran railway tourism di Indonesia.

KAI Wisata berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengelolaan wisata heritage yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *