Tim rescue Basarnas Semarang dari KN. SAR Sadewa 231 mengevakuasi kapal tugboat Mitra Bahari yang kandas di area Dam Ijo, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin malam (20/1).
|

Kapal Mitra Bahari Kandas di Tanjung Emas, 8 ABK Berhasil Dievakuasi

SEMARANG[BahteraJateng] – Sebuah kapal tunda (tugboat) bernama Mitra Bahari kandas di area Dam Ijo, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (20/1) malam sekitar pukul 20.20 WIB.

Kapal Mitra Bahari dilaporkan tersangkut akibat hantaman ombak tinggi dan angin kencang yang melanda kawasan tersebut.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian kapal kandas pada pukul 20.45 WIB.

“Kami mendapat informasi adanya kapal tugboat dengan POB (person on board) delapan awak kapal yang kandas akibat ombak tinggi di Dam Ijo. Tim segera diterjunkan menggunakan RIB (rigid inflatable boat) untuk melakukan evakuasi,” ujar Budiono, Selasa (21/1).


Menurut keterangan, Mitra Bahari sedang menarik tongkang dan lego jangkar di tengah laut. Namun, akibat arus kuat dan angin kencang, tongkang yang ditarik terseret hingga memaksa tugboat mendekat ke Dam Ijo dan akhirnya kandas.

Tim rescue Basarnas langsung dikerahkan dari KN. SAR Sadewa 231 menuju lokasi yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pelabuhan. Pukul 21.30 WIB, tim berhasil mencapai lokasi meskipun kondisi medan sulit akibat ombak tinggi, hujan deras, dan angin kencang.

Awalnya, tim sempat mengalami kesulitan mendekati tugboat karena khawatir RIB terhempas ombak dan menabrak kapal yang kandas. Dengan upaya hati-hati, mereka berhasil memposisikan RIB sedekat mungkin tanpa menimbulkan risiko tambahan.

Delapan awak kapal yang telah berada di liferaft ditambatkan ke tugboat satu per satu dievakuasi ke kapal RIB Basarnas. Proses berlangsung cukup menantang, tetapi akhirnya seluruh ABK berhasil dipindahkan dengan selamat.

“Tim mengevakuasi ABK dari liferaft, dan satu per satu mereka dipindahkan ke kapal RIB. Selanjutnya, mereka dibawa ke Kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Emas. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar tanpa cedera,” tambah Budiono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim yang telah bekerja keras dalam kondisi cuaca ekstrem. “Terima kasih kepada tim atas kerja keras dan profesionalismenya sehingga seluruh awak kapal dapat diselamatkan,” pungkas Budiono.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di perairan, terutama bagi kapal-kapal yang beroperasi di area yang rawan arus dan ombak besar.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *