|

Ketua Umum Taruna Merah Putih Tegaskan Solid Menangkan Ganjar-Mahfud

SEMARANG[BahteraJateng] – Organisasi sayap PDI Perjuangan, Taruna Merah Putih menegaskan kesolidannya dalam memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 03, Ganjar – Mahfud di Pilpres 2024.

Ketua Umum Taruna Merah Putih, Hendrar Prihadi menyampikan hal itu saat menghadiri kegiatan ‘Kongkow Bambang Pacul’ di MG Setos Hotel Semarang.


Mantan Walikota Semarang dua periode yang saat ini mejabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia tersebut pun menampik adanya perpecahan di organisasi yang dipimpinnya.

Bahkan dia menekankan jika mundurnya Maruarar Sirait dari PDI Perjuangan yang sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih tidak berpengaruh pada internal organsiasi saya PDI Perjuangan tersebut.



“Kalau di Taruna Merah Putih saya praktis dari bulan April lalu, sudah hampir setahun, artinya secara kegiatan juga sudah melibatkan mas Ara (Maruarar Sirait),” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/1).

Hendi juga meyakinkan jika tidak ada permasalahan antara Taruna Merah Putih kepengurusan saat ini dengan kepengurusan terdahulu.

“Waktu itu perpindahan dari mas Ara ke saya situasinya sangat smooth, kondusif, tidak ada permasalahan apapun. Saya waktu itu juga sudah menyampaikan ke mas Ara mohon ijin, beliau juga memberikan dukungan support,” tutur Hendi.

Di sisi lain, terkait adanya kader Taruna Merah Putih di Kabupaten Majalengka yang juga mundur mengikuti Maruar Sirait, Hendi menambahkan, hal tersebut sebagai hak pribadi masing – masing.

“Kita sudah cek kok yang di Majalengka itu ada satu pengurus, kemudian dia ikut gerbongnya mas Ara ya haknya dia itu. Kalau kemudian diberitakan ratusan, siapa itu kok ratusan? saya cek ke teman- teman Jawa Barat katanya nggak ada, mungkin teman – temannya dia saja, jadi bukan kader TMP,” ujarnya.

Termasuk adanya pihak-pihak yang mengklaim sebagai pengurus PDI Perjuangan tapi mendukung paslon selain Ganjar-Mahfud, Hendi menyebutnya sebagai strategi usang.

“Ya itu strategi yang usang gitu ya, kalau zaman penjajahan itu bahasanya devide et impera. Ada orang dipakaikan baju PDI Perjuangan, kemudian disuruh ngaku pengurus, direkam, masukkan ke TV, tapi setelah kita telisik yang bersangkutan bukan pengurus PDI Perjuangan,” tutur Hendi.

Hendi juga mengajak semua pihak untuk berkompetisi secara fair dan sehat.

“Ayo kita berkompetisi secara sehat dan fair, yang memecah-mecah belah begitu juga tidak akan kita lakukan, karena kita pengen kompetisi ini berjalan secara fair dan sportif,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *