KH. Abdul Mu’thi: Pilih Pemimpin yang Luwes dan Dekat dengan Umat
MAGELANG[BahteraJateng] – KH. Abdul Mu’thi Muhdi, pengasuh Pondok Pesantren An Najach Koripan, Dawung, Tegalrejo, Magelang, kembali menegaskan sikap netralnya dalam Pilkada Jawa Tengah 2024.
Dalam pengajian rutin yang dihadiri ribuan jamaah pada Selasa malam (5 November 2024), beliau menyatakan tidak mendukung pasangan calon manapun, meski Gus Yasin, calon wakil gubernur dari pasangan nomor urut 2 Ahmad Luthfi, hadir sejak setelah magrib untuk mengikuti zikir bersama.
Dalam ceramahnya, Kyai Abdul Mu’thi menegaskan bahwa ia tak akan terlibat dalam politik praktis. Namun, ia menyarankan agar jamaah memilih calon yang “pantes” atau luwes, khususnya yang rajin mengaji. Menurutnya, bagi umat muslim yang rajin mengikuti pengajian, idealnya memilih pemimpin yang juga luwes mengaji dan bisa dekat dengan masyarakat. Meski demikian, beliau menggarisbawahi bahwa nasihat tersebut bukan bentuk kampanye.
“Pilihlah calon sing luwes mawon, panjengan sedoyo suka ngaji, ya monggo piliho sing luwes ngaji,” katanya, disambut riuh setuju oleh jamaah.
Dalam suasana yang penuh canda, Kyai Abdul Mu’thi bertanya kepada Gus Yasin tentang jumlah pasangan calon dan nomor urut mereka. Ketika Gus Yasin menjelaskan bahwa ada dua pasangan, Andika-Hendi nomor 1 dan Ahmad Luthfi-Gus Yasin nomor 2, Kyai Abdul Mu’thi dengan ringan menambahkan, “Nomor siji dibuka, nomor loro dicoblos.”
Candaan tersebut mengundang tawa meriah para jamaah, meskipun ia kembali menekankan bahwa ia bukan berkampanye.
Di akhir pengajian, Kyai Abdul Mu’thi menceritakan bahwa banyak tokoh politik, baik calon presiden maupun gubernur, ingin bertemu dengannya secara khusus. Namun, sebagai ulama yang menjaga netralitas, ia selalu menolak pertemuan empat mata dan lebih memilih mereka hadir dalam pengajian secara terbuka. “Kalau mau ketemu ikut ngaji aja seperti Gus Yasin ini. Kan enak rame-rame dan malah bisa diketahui banyak orang,” ujarnya sambil bercanda.
Sikap Kyai Mu’thi yang dinilai sedikit menjurus pada pasangan nomor urut 2, Ahmad Luthfi-Gus Yasin, memancing pembicaraan di kalangan internal jamaah, mengingat beliau selama ini dikenal sangat jarang memberikan isyarat dukungan politik. Bahkan, putra beliau, Gus Muhammad, menyebut malam itu sebagai momen istimewa.

