Koci, Jajanan Khas Temanggung Hanya Bisa Ditemui Saat Warga Punya Gawe
TEMANGGUNG [BahteraJateng]- Koci, jajanan khas Kabupaten Temanggung tergolong unik karena hanya bisa disantap saat acara warga di Desa Bakungan Tlogorejo, Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung.
Perpaduan manis kacang hijau dan gurih santan sebagai isian dibalut tepung beras ketan tak cukup jika hanya sekali mengecap. Terlebih menikmati koci dengan menyeruput teh atau kopi hangat di tengah kesejukan daerah kaki gunung Gunung Sindoro Sumbing itu.

Namun begitu, untuk menikmati koci tak mudah ditemui di penjual jajanan tradisional. Koci hanya bisa ditemui saat salah satu warga memiliki hajatan.
“Koci hanya disajikan saat warga punya gawe, hari biasa tidak ada. Di pasar juga tidak ada yang menjual koci,” kata salah satu warga Desa Bakungan Tlogorejo, Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung Lusia Kusumawati.
Selain rasa unik, cara membuat koci dilakukan bersama warga sekitar. Bahan pembuat koci terdiri dari bahan tepung beras ketan, kacang hijau, gula merah dan santan.
Koci dibungkus daun pisang berisi dua bulatan kacang hijau dan irisan daun pandan untuk memperkuat aroma. Isian kacang hijau dikupas dihaluskan lalu diberi gula pasir dibuat seperti jenang.
Benar saja, koci matang baru diangkat dari tempat pengukusan begitu dibuka harum mulai mengusik hidung.
Semakin penasaran dengan rasa bagian luar terasa kenyal digigit. Gigitan mengenai isian akan merasakan manis kacang hijau kupas telah ditimbuk halus. Sesekali ada rasa gurih karena bulatan kacang hijau ini dicelupkan santan telah dimasak kental. Setelah tercelup, sedikit santan dilumuri lagi di bagian bulatan-bulatan tadi agar semakin gurih saat disantap.
Koci bisa ditemui saat warga punya acara mantu, gotong royong kampung, khitanan.
“Mirip jajan Mendhut kalau di daerah lain tapi bahan-bahan lebih premium,” ujar Lusia lagi.

