Rob Rembang
Banjir rob melanda sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Rembang.(Dok. Diskominfo Rembang)

Kolaborasi Pemkab Rembang, Pemprov Jateng dan BBWS Pemali Juana Penanganan Rob Rembang

REMBANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kabupaten Rembang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menyiapkan langkah penanganan jangka panjang terhadap banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Rembang.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim pada Senin (8/6), mengatakan Bupati Rembang telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah terkait penanganan rob di kawasan pesisir.

“Pak Bupati juga sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Selanjutnya BPBD Provinsi Jawa Tengah diminta menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan kami terkait penanganan rob di wilayah pesisir Rembang,” ujar Luthfi.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Rembang, banjir rob terjadi di Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, serta Desa Sumurtawang dan Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan. Sedikitnya 13 unit rumah warga terdampak genangan air laut.

Luthfi menjelaskan, sebelumnya penanganan rob direncanakan menggunakan geobag. Namun setelah dilakukan kajian bersama BBWS Pemali Juana, metode tersebut dinilai kurang efektif untuk diterapkan di beberapa titik terdampak.

“Hasil asesmen menunjukkan penanganan dengan geobag tidak memungkinkan untuk beberapa lokasi. Karena itu diperlukan solusi yang lebih permanen,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Rembang bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BBWS Pemali Juana kini mengupayakan pembangunan breakwater atau pemecah gelombang permanen di wilayah terdampak rob.

Selain itu, BPBD Kabupaten Rembang juga mengimbau masyarakat pesisir Pantura Rembang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang pasang dan cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir rob susulan.

“Karena saat ini sedang terjadi peralihan arah angin, masyarakat terutama yang berada di kawasan pantai diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Untuk sementara, pengunjung wisata pantai juga diimbau tidak beraktivitas di dalam air laut demi keselamatan,” pungkas Luthfi.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *