Kemendukbangga/BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN menggelar webinar bertema “Peran Kontrasepsi dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar secara daring, Selasa (16/9).(Dok Humas)
| |

Kontrasepsi Bukan Sekadar Medis, tapi Juga Mental dan Kualitas Hidup Keluarga

JAKARTA[BahteraJateng] – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menegaskan bahwa kontrasepsi tidak hanya berfungsi sebagai alat menunda atau mencegah kehamilan, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes, saat membuka webinar bertema “Peran Kontrasepsi dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar secara daring, Selasa (16/9/2025). Acara ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025.

Menurut Wahidin, program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (Kespro) diarahkan agar pasangan usia subur mampu mengambil keputusan tepat mengenai rencana keluarga mereka.

Saat ini, Indonesia mencatat Total Fertility Rate (TFR) 2,11, mendekati angka keseimbangan, namun masih terdapat disparitas antarwilayah.

“Kontrasepsi bukan hanya soal menunda kehamilan. Dalam konteks mikro, bermanfaat bagi pasangan untuk menentukan waktu hamil dan melahirkan, yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan keluarga. Sementara dalam konteks makro, berkontribusi menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi, prevalensi stunting, serta kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Senada, dr. Herbert Situmorang, Sp.OG., Subsp.FER, menekankan kontrasepsi sebagai faktor penting dalam pembangunan nasional. Menurutnya, jumlah penduduk yang terkendali akan mempermudah negara mencetak sumber daya manusia unggul.

“Kehamilan adalah perayaan dalam kehidupan, dan seperti perayaan lain, membutuhkan perencanaan. Tidak hanya kapan, tetapi juga kesiapan fisik, mental, dan ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, psikolog keluarga Sani Budiantini Hermawan menambahkan pentingnya positive parenting sebagai pilar keluarga berkualitas. Ia menekankan pola asuh penuh kasih sayang, komunikasi sehat, dan pengelolaan keuangan yang baik.

“Tegas bukan keras. Dengan pengasuhan positif, keluarga akan lebih sehat mental, bahagia, saling menghargai, serta mampu mengembangkan potensi anak,” paparnya.

Melalui webinar ini, BKKBN berharap literasi masyarakat mengenai kontrasepsi dan kesehatan reproduksi semakin meningkat. Dengan menggabungkan perspektif medis dan psikologis, kontrasepsi diharapkan menjadi pintu menuju keluarga berkualitas yang menjadi fondasi Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *