Menteri Wihaji Tinjau Penyaluran MBG 3B di Kampung KB Bakti Mulia
Menteri Wihaji Tinjau Penyaluran MBG 3B di Kampung KB Bakti Mulia, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/1).(Dok. Humas Kemendukbangga/BKKBN)

Menteri Wihaji Tinjau Penyaluran MBG 3B melalui Program DASHAT

BOGOR[BahteraJateng] – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, meninjau penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) melalui program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesesuaian menu dengan kebutuhan gizi kelompok sasaran serta implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Program MBG.

Peninjauan berlangsung di DASHAT Kampung KB Bakti Mulia, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat pada Rabu (28/1).

Menteri Wihaji menyampaikan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam pelaksanaan MBG 3B, yakni kesesuaian menu gizi, perluasan jangkauan layanan, serta evaluasi ketepatan sasaran penerima.

“Kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD berbeda, sehingga distribusi MBG harus tepat. Selain itu, program ini menyasar kelompok yang selama ini belum terlayani optimal, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujar Wihaji.Menteri Wihaji Tinjau Penyaluran MBG 3B

Ia menegaskan pentingnya pengawasan distribusi hingga konsumsi makanan. Proses pengolahan makanan melibatkan masyarakat setempat dengan pendampingan ahli gizi dari puskesmas untuk memastikan kandungan gizi dan ketepatan waktu konsumsi.

“Saya ingin memastikan siapa yang makan dan jam makannya, agar manfaatnya tepat sasaran,” tegasnya.

Wihaji juga mengakui masih terdapat wilayah yang belum terjangkau layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional guna mencari pendekatan alternatif, khususnya di daerah kepulauan dan terpencil.

Program DASHAT sebelumnya telah berpengalaman menyediakan makanan tambahan dan MPASI bagi bayi usia 6–12 bulan, serta meraih penghargaan inovasi pelayanan publik dari Kemenpan RB tahun 2025. Saat ini, sebanyak 17.690 unit DASHAT tersebar di seluruh Indonesia.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *