Mualaf Harus Membaur Dengan Komunitas Muslim di Lingkungannya, Jangan Eksklusif
SEMARANG[BahteraJateng] –
Komunitas Mualaf Jawa Tengah Indonesia (KMJTl) wadah orang non muslim yang baru saja memeluk agama islam (mualaf) diharapkan mendorong anggotanya agar membaur dengan sesama umat Islam di lingkungannya dalam menjalankan berbagai rangkaian ibadah kepada Allah SWT.
Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, mengatakan para mualaf pada awal – awal menjadi muslim dan mukmin memang perlu mendapat sentuhan dan pendampingan dari pemuka agama Islam secara khusus agar dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik dan benar.

“Namun hal itu butuh kesabaran, karena itu hadirnya KMJTI diharapkan menjadi wadah yang dapat membimbing dan mendampingi para mualaf dalam mendalami dan mengamalkan ajaran Islam,” kata kiai Darodji usai menyampaikan ceramah dalam Pengajian Akbar dan Halal Bihalal KMJTI di Wisma Perdamaian, komplek Tugu Muda Semarang pada Minggu (26/4).
Menurutnya, kepada pengurus KMJTI diharapkan agar selama dalam proses bimbingan dan pendampingan para mualaf juga dikenalkan dengan komunitas muslim di lingkungannya sekaligus diyakinkan bahwa meski masih mualaf namun telah menjadi bagian dari komunitas muslim yang sudah ada.

Begitu juga sebaliknya, kepada komunitas muslim yang tersebar di berbagai belahan wilayah di Jateng diharapkan dapat menerima kehadiran para mualaf sebagai saudara baru yang seagama dan seiman. Selain kehadirannya supaya di sambut dengan gembira, hendaknya secara khusus dibimbing dalam menjalankan ibadah dengan sabar.
Kiai Darodji yang juga ketua BAZNAS Jateng menambahkan agat para mualaf bisa cepat adaptasi dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam diharapkan segera bergabung dengan majlis-majlis taklim yang dibina Ormas Islam, masjid-masjid, musola-musola atau para tokoh panutan umat Islam di lingkungannya.
Sebelumnya, ketua panitia Pengajian Akbar dan Halal Bihalal, Suyatna Nirwana, mengatakan agenda halal bihalal ini sekaligus menjadi ajang silaturahim para sesama mualaf se-Jateng dengan para tokoh Islam
“Ini bentuk kepedulian kami kepada para mualaf,bahwa mereka setelah membaca syahadat dan meninggalkan keyakinan agama yang dipeluk sebelumnya tidak dilepas begitu saja,tetap tetap kita dampingi terus,” kata Suyatna yang juga ketua Yayasan Peduli Kesejahteraan Ummat (YPKU), badan hukum yang membawahi KMJTI.
Sekretaris Mualaf Center MUI Jateng, KH Multazam Ahmad, mengatakan pembinaan dan pendampingan kepada para mualaf merupakan salah satu program prioritas MUI yang membentuk perangkat organisasi berupa Muallaf Centre di tingkat propinsi dan kabupaten/kota.
Bahkan,ujarnya, secara teknis Mualaf Center di tiap kabupaten/kota mendirikan Rumah Mualaf sebagai wadah silaturahim untuk mempererat persaudaraan dengan sesama mualaf. Namun demikian wadah ini hanya sekedar sebagai jembatan atau pintu yang difungsikan untuk bersilaturahim dengan sesama muslim pada umumnya.
“Alhamdulilah Muallaf Center MUI kehadirannya didukung oleh pemerintah dan masyarakat, karena perannya sangat bermanfaat untuk pembinaan warga muallaf dalam menjalankan ajaran agamanya dengan baik,” tuturnya.(day)

