Satupena Jateng dan Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang menggelar acara untuk mengenang Nh. Dini, novelis asal Semarang. Bertajuk Mengenang Nh. Dini: Sastra, Perempuan, dan Semarang pada Kamis (27/2).(Foto Ist)

Nh. Dini: Tokoh Inspiratif bagi Penulis Muda

SEMARANG[BahteraJateng] – Nh. Dini adalah sosok sastrawan yang juga tokoh inspiratif bagi penulis muda di Semarang, tetapi juga di seluruh Indonesia. Produktivitas dan kreativitasnya dalam berkarya hingga akhir hayat menjadi teladan bagi banyak orang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Satupena Jawa Tengah, Gunoto Saparie, dalam acara Mengenang Nh. Dini: Sastra, Perempuan, dan Semarang yang diselenggarakan di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (27/2).

Acara ini merupakan kerja sama Satupena Jawa Tengah dan Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, dengan Triyanto Triwikromo sebagai narasumber. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Listyati Purnama Rusdiana.

Pelajaran dari Nh. Dini
Menurut Gunoto Saparie, yang menyampaikan sambutan tertulis Ketua Umum Satupena Pusat, Denny J.A., ada tiga pelajaran utama yang dapat diambil dari Nh. Dini:
•Perempuan adalah nakhoda hidupnya sendiri
Nh. Dini menggambarkan perempuan yang berani menentukan jalannya sendiri, seperti dalam novel Pada Sebuah Kapal. Tokoh Sri dalam novel ini bukan hanya istri yang pasrah mengikuti arus, tetapi sosok yang gelisah, bertanya, dan menolak hidup dalam bayang-bayang lelaki.
•Perempuan tidak harus memilih antara cinta dan kebebasan
Dini menunjukkan bahwa seorang perempuan bisa mencintai tanpa kehilangan dirinya. Ia bisa memiliki pasangan tanpa harus menyerahkan seluruh hidupnya. Dunia mungkin menganggap bahwa perempuan hanya boleh memiliki salah satu, tetapi Dini menolak pandangan sempit ini.
•Menulis adalah jalan menuju keabadian
Nh. Dini lahir di Semarang, wafat di Semarang, tetapi tetap hidup dalam karya-karyanya. Ia memahami bahwa dunia sering kali membungkam perempuan, tetapi tulisan adalah suara yang tak bisa dipadamkan.

“Setiap novel dan cerita yang ia tinggalkan adalah bentuk perlawanan halus terhadap dunia yang ingin perempuan tetap diam,” jelasnya.

Nh. Dini dan Semarang
Triyanto Triwikromo, sastrawan yang juga Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, menjelaskan bahwa Nh. Dini awalnya bukan seorang penulis. Kariernya sebagai pramugari pun tidak berhubungan langsung dengan dunia kepenulisan.

Namun, Dini berhasil memanggil the other voice—suara sastra dalam dirinya—sehingga ia mampu melahirkan karya-karya besar seperti Sebuah Lorong di Kotaku, Sekayu, Padang Ilalang di Belakang Rumah, dan Langit dan Bumi Sahabat Kami.

Semarang memiliki peran penting dalam kehidupan dan karya-karya Nh. Dini. Dalam Sebuah Lorong di Kotaku, ia menulis:
Di sana semuanya kusukai: benda, binatang, manusia. Yang semula tidak kukenal, mulai kuketahui dan kumengerti, hingga sesudah beberapa hari menjadi kawan karib sebagai bagian hidupku.”

Triyanto menekankan bahwa Semarang dan Nh. Dini adalah dua dunia yang berimpit, saling merasuki, dan tak bisa dipisahkan dalam sejarah kepenulisannya.

Peluncuran Buku dan Pembacaan Puisi
Acara ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi karya Sulis Bambang oleh General Manager Collabox Creative Hub, Gemma Anindya Tedjokusumo. Selain itu, dilakukan peluncuran dua buku, yaitu: Warisan Yoi: Sekumpulan Pantun karya Gayatri dan Catatan Cinta karya Sulis Bambang.

Peluncuran ini ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis dari Sulis Bambang kepada Listyati Purnama Rusdiana. Acara diakhiri dengan pembacaan puisi dan pantun oleh para penulis yang hadir.

Antusiasme Peserta
Acara ini dihadiri oleh keluarga besar Nh. Dini, para penulis dari berbagai daerah seperti Satupena Jawa Tengah, Satupena Temanggung, Satupena Kota Semarang, Satupena Kabupaten Semarang, Satupena Grobogan, dan Satupena Kota Salatiga, serta para peminat sastra dari Semarang dan sekitarnya.

Melalui acara ini, warisan Nh. Dini sebagai sastrawan perempuan yang berani, kritis, dan inspiratif semakin ditekankan. Karya-karyanya terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi penulis muda, terutama dalam mengangkat suara perempuan dalam dunia sastra.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *