Nilai Ekspor Non Migas Jateng Naik
SEMARANG [BAHTERA JATENG] – Badan Pusat Statistik Jawa Tengah mencatat nilai ekspor non migas Jawa Tengah pada Agustus 2024 naik mencapai US$965,76 juta naik sebesar US$78,24 juta atau 8,82 persen dibanding nilai ekspor non migas Juli 2024.
“Jawa Tengah nilai ekspor Jawa Tengah pada Agustus 2024 sebesar US$1.033,54 juta atau naik 10,18 persen dibanding ekspor pada Juli 2024. Sedangkan, ekspor non migas berperan dalam ekspor Jateng,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih, dalam Rilis Perkembangan Ekspor Impor Jawa Tengah secara daring, Selasa (17/9).

Dia melanjutkan, tiga negara tujuan ekspor non migas terbesar pada Agustus 2024 adalah Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok. Adapun, besaran nilai masing-masing negara meliputi Amerika Serikat dengan nilai US$426,88 juta, disusul Jepang US$83,32 juta dan Tiongkok US$55,44 juta.
Peningkatan terbesar nilai ekspor non migas pada Agustus 2024 terhadap Juli 2024 meliputi komoditas pakaian dan aksesoris (rajutan), pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan), barang dari kulit samak, ikan, krustasea dan moluska, mesin dan perlengkapan elektrik, serat stapel buatan, kayu dan barang dari kayu dan perabotan, lampu, dan alat penerangan.

Adapun, kata dia, ekspor migas mengalami peningkatan sebesar 34,11 persen, dari US$50,54 juta (Juli) menjadi US$67,78 juta (Agustus). Selama periode Januari-Agustus 2024, ekspor barang Jawa Tengah tidak hanya dimuat melalui pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Jawa Tengah. Tercatat selama Agustus 2024 barang asal Jawa Tengah dimuat di Provinsi Jawa Tengah sebesar 68,47 persen.
“Ada beberapa pelabuhan muat di luar Jawa Tengah turut serta dalam proses pengiriman. Diantaranya DKI Jakarta sebesar 28,81 persen dan sisanya dimuat di pelabuhan muat Provinsi Jawa Timur, Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, dan Bali,” terang dia.

