| |

Pemkab Demak Cairkan Lagi BP RTLH

DEMAK[BahteraJateng] – Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (BP RTLH) bersumber dana APBD Kabupaten Demak kembali dicairkan. Tahap I 2024 menyasar 63 keluarga kurang mampu yang tersebar di 15 desa di empat kecamatan.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan  Permukiman (Dinperkim) Kabupaten Demak Ir Nanang Tasunar Danid Narutomo MM mengatakan BP RTLH diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pemiliki RTLH, tentunya dengan sejumlah syarat ketentuan berlaku, di antaranya tanah atau lahan tempat berdirinya RTLH milik sendiri, bukan tanah sengketa, yang dibuktikan adanya kepemilikan sertifikat.


“Serta terdapat minimal dua dari tiga jenis kerusakan, yakni kerusakan pada dinding, atap atau lantai,” ujarnya di sela penyerahan BP RTLH tahap I di Desa Bungo Kecamatan Wedung, Rabu (10/7).

Masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan bantuan senilai Rp15 juta. Dengan perincian Rp1.600.000 untuk upah tenaga Rp13.000.000 untuk belanja material, serta Rp400.000 untuk BOP pemberkasan.


“Pada tahap pertama pencairan BP RTLH APBD Kabupaten Demak 2024 total ada 63 penerima dari empat kecamatan meliputi Bonang 30 KK, Wedung 21 KK, Karanganyar 1 KK, dan Demak 11 KK,” tuturnya.

Senentara itu , Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE yang hadir didampingi Sekda H Akhmad Sugiharto ST MT menuturkan, selain bantuan RTLH senilai Rp5 miliar, pemerintah daerah juga menganggarkan bantuan pembangunan rumah baru bagi warga yang terdampak banjir rob. Termasuk di antara penerima manfaat adalah warga pesisir yang terdampak banjir rob.

Mereka mendapatkan bantuan senilai Rp 50 juta per unit.

“Mengenai bantuan pembangunan rumah baru menyasar masyarakat terdampak bencana. Tentunya karena sifatnya stimulan, jadi bantuan mendasar pada proposal yang telah masuk dan melalui tahap verifikasi juga. Melihat nilai manfaat program yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir, Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Demak mendapatkan banyak bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Di samping juga dari CSR. Sehingga sedikit banyak mampu mengurangi angka kemiskinan, dari sisi rumah tidak layak huni,” ujar bupati.

Setelah pengarahan dari Bupati Eisti’anah, acara dilanjutkan dengan sosialisasi tentang tata cara pencarian dan pelaksanaan program oleh koordinator TFL Sunoko dan Kushedi. Ditutup dengan pencairan tahap awal oleh petugas Bank Jateng. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *