Wali Kota Agustina
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam Focus Group Discussion (FGD) II Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang, Jumat (19/6).(Dok. Humas Pemkot)

Pemkot Semarang Perkuat Smart City Usai Masuk Jaringan ASEAN

SEMARANG[BahteraJateng] – Keberhasilan Kota Semarang menembus jaringan ASEAN Smart City Network (ASCN) menjadi momentum untuk memperkuat transformasi tata kelola kota berbasis teknologi.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam Focus Group Discussion (FGD) II Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang pada Jumat (19/6).

Wali Kota Agustina menegaskan, capaian di tingkat Asia Tenggara itu harus diikuti dengan pembenahan menyeluruh sistem pelayanan publik di daerah. Ia menyoroti perlunya evaluasi terhadap berbagai aplikasi layanan perangkat daerah agar tidak berjalan secara terpisah dan tumpang tindih.

Menurutnya, konsep smart city tidak boleh sekadar dipahami sebagai digitalisasi layanan atau penambahan aplikasi, melainkan harus berlandaskan tiga hal utama, yakni pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan, teknologi sebagai alat pemecah masalah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan akhir.

Agustina juga menekankan pentingnya integrasi layanan digital ke dalam satu platform utama, yakni aplikasi “Semarang Dalam Genggaman Saya” (SDG’s), agar masyarakat dapat mengakses layanan publik secara lebih mudah, cepat, dan efisien.

“Kalau aplikasinya bagus tetapi tidak digunakan warga, tentu tidak ada manfaatnya. Karena itu kami terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan,” ujarnya.

Selain sektor pelayanan publik, transformasi smart city juga diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Melalui platform Waras Ekonomi, Pemkot Semarang membantu pelaku UMKM dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan NPWP.

Menurut Agustina, kemudahan akses legalitas menjadi kunci agar UMKM dapat naik kelas dan lebih siap bekerja sama dengan mitra usaha yang lebih besar. Ia menilai banyak peluang usaha terhambat bukan karena kualitas produk, tetapi karena kendala administratif.

Forum FGD DP2K tersebut juga menjadi ruang bagi akademisi dan pakar untuk memberikan masukan dalam pengembangan kota cerdas yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pemkot berharap seluruh inovasi yang dibangun dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *