Pemprov Jateng
Gubernur Ahmad Luthfi saat menyambangi keluarga korban di kamar jenazah RSUP dr Kariadi, Kota Semarang, Senin (22/12).(Dok Humas Pemprov)

Pemprov Jateng Tanggung Penuh Pemulangan Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak

SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menanggung seluruh proses pemulangan korban meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans di simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang pada Senin (22/12) dini hari.

Kepastian tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menyambangi keluarga korban di kamar jenazah RSUP dr Kariadi, Kota Semarang, Senin siang.


Ia menegaskan, Pemprov Jateng bertanggung jawab penuh mulai dari proses identifikasi, penyediaan ambulans, pengangkutan jenazah, hingga pengawalan ke rumah duka masing-masing korban.

“Penanganan kecelakaan memang menjadi kewenangan kepolisian. Namun Pemprov Jawa Tengah memastikan seluruh korban meninggal dunia dipulangkan dengan layak, termasuk pengawalan ambulans sampai ke daerah asal,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, seluruh korban meninggal yang telah teridentifikasi akan difasilitasi pemulangan menggunakan ambulans milik pemerintah daerah dengan pendampingan petugas.

Selain penanganan korban meninggal, Pemprov Jateng juga memastikan korban luka mendapatkan pelayanan medis secara optimal. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah menurunkan tim untuk mendampingi proses perawatan korban yang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang.

“Untuk korban luka, kami pastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal dan terus dipantau,” katanya.

Gubernur Ahmad Luthfi turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga para korban meninggal husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.

Diketahui, kecelakaan melibatkan bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengangkut 34 penumpang dengan rute Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta. Bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan terguling sekitar pukul 00.30 WIB.

Hingga Senin siang, tercatat 16 orang meninggal dunia, sementara 18 penumpang lainnya masih menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi, RS Columbia Asia, serta RSUD dr Adhyatma MPH (RS Tugu Semarang).(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *