Pecinta alam Purbalingga menggelar “Aksi Bersama Jaga Hutan Sisik Naga” di Taman Kota Misbar, Minggu (11/5).(Foto Ist)
Pecinta alam Purbalingga menggelar “Aksi Bersama Jaga Hutan Sisik Naga” di Taman Kota Misbar, Minggu (11/5).(Foto Ist)
| |

Penemuan Elang Luka Tembak, Pecinta Alam Purbalingga Gelar Aksi Jaga Hutan Sisik Naga

PURBALINGGA[BahteraJateng] – Seekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela), satwa langka yang dilindungi, ditemukan dalam kondisi terluka diduga akibat tembakan pemburu liar di kawasan Hutan Sisik Naga, Kabupaten Purbalingga.

Burung pemangsa ini pertama kali ditemukan oleh warga Desa Tanalum, Kecamatan Karangmoncol, kemudian diselamatkan oleh tim Ekspedisi Sisik Naga dan dirawat oleh drh. Supriyono di Bobotsari. Hingga kini, satwa langka tersebut masih menjalani perawatan intensif.

Gunoto Eko Saputro, pemerhati lingkungan sekaligus koordinator Ekspedisi Sisik Naga, menyayangkan masih maraknya perburuan liar satwa dilindungi di kawasan tersebut.

“Padahal pelaku perburuan bisa dijerat hukum sesuai UU No. 5 Tahun 1990, dengan ancaman 10 tahun penjara atau denda Rp 200 juta,” tegasnya.

Peristiwa ini memicu keprihatinan luas dari kalangan pecinta alam. Mereka menggelar “Aksi Bersama Jaga Hutan Sisik Naga” di Taman Kota Misbar, Minggu (11/5). Aksi ini menyerukan penghentian perburuan satwa dilindungi, perambahan hutan, dan penebangan liar.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan orang dari berbagai komunitas, yang membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Mukodam, menyatakan dukungan atas aksi tersebut.

“Ke depan, akan dilakukan pemasangan plang imbauan serta edukasi dan pendampingan masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.

Imam Hidayat, pegiat alam asal Tanalum, menyampaikan bahwa kerusakan hutan telah menyebabkan satwa liar semakin jarang terlihat di permukiman. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat menghentikan degradasi alam.

Ekspedisi Sisik Naga tahun 2020 dan 2024 mencatat keberadaan 68 spesies burung serta berbagai fauna langka seperti Elang Jawa, Macan Tutul, Owa Jawa, dan bunga langka Rizanthes zipellii.

Kawasan ini dinilai sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati di Purbalingga yang wajib dijaga bersama.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *