Perkuat Pilar Nilai dan Karakter Konservasi, UNNES Gelar Festival Dolanan Anak
SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berwawasan konservasi melalui penyelenggaraan Festival Dolanan Anak pada Selasa (3/6), bertempat di Lapangan Laboratorium Prof. Soegijono, Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Subdirektorat Konservasi UNNES sebagai bagian dari upaya penguatan pilar nilai dan karakter konservasi, khususnya dalam pelestarian budaya serta pengembangan karakter anak.
Festival yang untuk pertama kalinya digelar ini menghadirkan beragam permainan tradisional yang dimainkan oleh siswa-siswi dari 10 Sekolah Dasar di sekitar kampus UNNES. Tak hanya sekadar bermain, anak-anak juga diajak untuk mengenali nilai-nilai kearifan lokal, seperti kerja sama, sportivitas, dan kebersamaan yang melekat dalam permainan tradisional.
Jenis perlombaan yang diselenggarakan dalam festival ini antara lain bakiak, egrang, lari balok, gobak sodor, hingga plinthengan.
Ketua panitia sekaligus Kepala Subdirektorat Konservasi UNNES, Prof. Nana Kariada Tri Martuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari dukungan UNNES terhadap nilai dan karakter konservasi yang menjadi identitas universitas.
“Festival Dolanan Anak ini bukan sekadar ajang bermain, tetapi menjadi media pendidikan karakter. Anak-anak diajak kembali mengenal dolanan tradisional yang sarat akan nilai dan makna. Harapannya, mereka tidak hanya terpaku pada gadget, tetapi juga bisa bersosialisasi dan belajar melalui permainan khas budaya Indonesia,” ujar Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut.
Selain permainan tradisional, Festival Dolanan Anak juga diramaikan dengan pameran karya mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia yang menampilkan produk-produk literasi bertema budaya dan anak. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara edukasi, pelestarian budaya, dan kreativitas generasi muda.
Kegiatan ini turut didukung oleh PLN Indonesia Power UBP Semarang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunungsari Pucu’e, Kendal, sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya serta pendidikan karakter sejak dini.
Festival Dolanan Anak juga mendapat perhatian khusus dari pimpinan universitas. Para wakil rektor, dekan, dan direktur di lingkungan UNNES hadir serta memberikan dukungan langsung terhadap kegiatan yang sarat makna ini.
Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi visi konservasi UNNES.
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen UNNES dalam menginternalisasi nilai-nilai konservasi ke dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan karakter anak. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkapnya.
Melalui Festival Dolanan Anak, UNNES mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menengok kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran yang kaya akan nilai. Sebuah langkah kecil namun penuh makna dalam menanamkan karakter unggul bagi generasi penerus bangsa.(sun)

